Produksi CPO Astra Agro 1,11 Juta Ton

NERACA

Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan kenaikan volume penjualan CPO menjadi 1,11 juta ton sampai September 2013 atau meningkat 11,3% dari volume penjualan per September tahun lalu sebanyak 993.729 ton. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (28/10).

Disebutkan, total produksi CPO perseroan sepanjang bulan Januari–September 2013, telah mencapai lebih dari 1 juta ton meningkat sebesar 4,7% dari 1.035.200 ton pada tahun 2012 menjadi 1.083.650 ton. Namun jumlah TBS yang dipanen masih mengalami penurunan sebesar 7,1% menjadi 3.67 juta ton.

Kata Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Rudy, penurunan produksi Tandan Buah Segar (TBS) perseroan masih terjadi di area Sumatera sebesar 7,2%, area Kalimantan sebesar 8,6% dan area Sulawesi sebesar 3,6%. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu terdapat kenaikan terhadap TBS eksternal sebesar 21,8%, dimana telah meningkatkan jumlah TBS yang diproses sebesar 4% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 yang lalu.

Berdasarkan laporan Oil World, volume ekspor CPO Indonesia sampai dengan bulan Juni 2013 sebesar 10,97 juta ton mengalami peningkatan sebesar 26,9%, dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar 8,64 juta ton. Sedangkan sampai tahun 2013, volume ekspor CPO Indonesia diperkirakan naik sebesar 12,1% menjadi 21,40 juta ton dari 19,09 juta ton pada tahun 2012.

Hal ini sebagai dampak dari membaiknya kinerja produksi CPO Indonesia yang diperkirakan meningkat sebesar 7,1% menjadi 28,80 juta ton. Pada periode tersebut, India masih merupakan negara tujuan utama ekspor CPO Indonesia yang menyerap sebesar 29,8% (3,27 juta ton) dari total ekspor CPO Indonesia.

Sementara itu, volume penjualan kernel perseroan mencapai 237.547 ton atau naik 59,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar 148.839 ton. Harga CPO perseroan periode Oktober 2013 turun sebagai imbas dari turunnya harga CPO dunia. Harga CPO perseroan untuk periode tersebut tercatat sebesar Rp 6.835 /kg atau turun sebesar 11,7% dibandingkan harga periode tahun sebelumnya sebesar Rp 7.739 /kg.

Produksi perseroan antara lain terbesar dari Sumatra sekitar 42,1%, Kalimantan sekitar 38,8%, dan Sulawesi sekiar 19,1% pada periode Agustus 2013. Sementara itu, produksi TBS perseroan pada periode yang sama tahun lalu, dari Sumatra sekitar 42,6%, Kalimantan sekitar 39,2%, dan Sulawesi sekitar 18,2%.

Selain itu, perseroan membentuk usaha patungan dengan nama Astra-KLK Pte, Ltd yang terdaftar di Singapura dengan menggandeng KL-Kepong Plantation Holdings Sdn Bhd, perusahaan terbuka asal Malaysia, yang bergerak di bidang perkebunan dan bisnis terkait lainnya. Perusahaan ini dibentuk untuk memasarkan produk olahan minyak kelapa sawit dan menyediakan jasa logistik pada kawasan yang dinilai strategis.

Pembentukan joint venture ini untuk membangun sinergi baru dengan upaya bersama dengan mitra Malaysia untuk menembus pasar internasional, dan makin mengembangkan bisnis hilir minyak sawit milik perseroan di masa mendatang. (nurul)

BERITA TERKAIT

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…

MAPI Lunasi Pokok Obligasi Rp 205,45 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang dan juga menjaga kesehatan keuangan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah melunasi pokok obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…