BTN Jamin Pengadaan Mesin ATM Sesuai GCG

Senin, 28/10/2013

NERACA

Jakarta – Tuduhan menerima suap direksi bank BUMN oleh Diebold Inc, perusahaan penyedia mesin ATM terbesar di AS membuat PT Bank Tabungan Negara Tbk angkat bicara dan termasuk memberikan penjelasan kepada Bank Indonesia.

Corporate Secretary Bank BTN Viator Simbolon mengatakan, pengadaan mesin ATM yang dilakukan perseroan sudah sesuai dengan aturan yang ada dan hal ini sudah disampaikan langsung kepada Bank Indonesia,”Kita sudah sampaikan kepada Bank Indonesia kalau pengadaan mesin ATM selama ini dilakukan sesuai aturan yang ada,”ujar dia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Viator Simbolon menjelaskan, Bank BTN memang sudah masuk pada proses transformasi sistem dan teknologi perbankan. Ini dimaksudkan agar Bank BTN dapat memberikan pelayanan lebih baik kepada nasabah dengan pelayanan perbankan berbasis IT. Menurutnya, dalam tiga tahun peningkatan pelayanan berbasis IT ini dapat dilihat dari jumlah transaksi ATM tahun 2010 sebanyak 1.268.850 meningkat menjadi 4.212.723 transaksi pada tahun 2013.

Pengadaan mesin ATM yang dimenangkan oleh Diebold telah melalui proses tender dengan mengikutsertakan perusahaan lain secara terbuka. Selama periode 2005 sampai dengan 2010 pemenang tender pengadaan ATM bervariasi. Jadi bukan hanya Diebold yang memenangkan tender selama periode tersebut.

Bank BTN terus mewaspadai hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan Good Corporate Governance dalam setiap proses pengadaan yang dilakukan oleh internal perusahaan. Lanjutnya, manajemen akan mengambil tindakan tegas kepada siapa saja yang tidak taat azas dan melanggar etika bisnis sehingga tidak GCG dengan memberikan sangsi tegas,”Kami serius dengan ini karena Bank BTN sudah memberikan komitment untuk menjalankan GCG dalam perusahaan,”kata Viator.

Bank BTN per 30 Juni 2013 telah memiliki 3 Kantor Wilayah, 65 Kantor Cabang, 223 Kantor Cabang Pembantu, 479 Kantor Kas, 50 Unit Usaha Syariah, dan 2.922 outlet Kantor Pos Online. Perseroan juga telah memiliki 1.499 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia dan lebih dari 40.000 ATM yang terkoneksi dengan jaringan ATM Link Bersama dan Prima. Bank BTN juga telah dilengkapi dengan kantor layanan prioritas sebanyak 18 kantor yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Sebagai informasi, pengawas pasar finansial Amerika Serikat (AS), Securities and Exchange Commission (SEC) menyebutkan, sejumlah pejabat BUMN disebut-sebut menerima suap dari Diebold Inc, perusahaan penyedia mesin ATM terbesar di AS. Diebold menghabiskan sekitar US$1,75 juta untuk memberikan "hadiah" kepada pejabat senior di bank pemerintah yang berada di Indonesia (bank BUMN dan Bank Pembangunan Daerah) dan China. (bani)