September, Laba Astra Graphia Rp130,8 Miliar

Senin, 28/10/2013

NERACA

Jakarta- PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mencatatkan laba bersih Rp130,8 miliar pada kuartal ketiga 2013, atau naik 22,13% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp107,11 miliar. Terjadinya kenaikan pendapatan ini seiring naiknya mendapatan perseroan menjadi Rp1,46 triliun, atau naik 12,31% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,3 triliun.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, pekan kemarin. Disebutkan, beban pokok penjualan menjadi Rp1 triliun dari sebelumnya Rp909,7 miliar. Sementara laba bruto perseroan naik menjadi Rp450,9 miliar dari Rp391,01 miliar. Laba sebelum pajak sebesar Rp172,5 miliar atau naik dari Rp138,6 miliar. Adapun beban pajak penghasilan menjadi Rp41,7 miliar dari Rp31,5 miliar.

Dengan begitu, mendorong kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp130,8 miliar. Pada periode ini, total aset yang dicatatkan senilai Rp1,29 triliun dengan jumlah kas dan setara kas Rp212,69 miliar. Liabilitas perseroan tercatat Rp635,59 miliar, dan ekuitas senilai Rp654,55 miliar.

Targetnya, hingga akhir tahun 2013 anak usaha grup Astra ini dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan 20%. Strateginya, manajemen perseroan mengaku akan mengoptimalkan 29 kantor cabang dan 81 titik layanan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, perseroan juga memfokuskan pelayanan produk yang sudah ada dan membuat produk layanan baru. Salah satunya, fasilitas BBM Money fase kedua yang akan memiliki fitur baru, seperti pembayaran kartu kredit dan listrik, juga cash-out

Perseroan juga akan mengembangkan bisnis teknologi informasi dari dua bisnis utama perusahaan, yakni solusi dokumen dan teknologi informasi. ''Pertumbuhan di IT akan lebih besar dari sebelumnya 45 persen menjadi 50 persen,'' kata Calvin.

Untuk keperluan pengembangan bisnis tersebut, perseroan disebut sebut menganggarkan belanja modal kurang lebih Rp 300 miliar. ''Sumber dana kita dapat dari kas internal dan pinjaman perbankan kita masih ada Rp 500 miliar dari 7 bank swasta dan luar negeri,'' kata Direktur Keuangan ASGR, Calvin Lim. (lia)