Tol Sumatera Siap Dibangun Awal 2014

Senin, 28/10/2013

Pemerintah berencana membangunan ruas tol di Sumatera pada awal 2014 mendatang, sebagai tahap awal pembangunan ruas tol itu akan dimulai dari Bakauheni hingga Terbanggi Besar di Kabupaten Lampung Tengah, dan diharapkan pembangunannya segera dilaksanakan.

"Seluruh dokumen pelaksanaan pembangunan akan dikebut hingga akhir 2013, sehingga awal 2014 dapat berjalan, dan diharapkan semua pemerintah daerah yang wilayahnya akan dilewati jalan tol tersebut mendukung dengan mempercepat pembebasan lahan," kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi, seperti dilansir Antara Jumat lalu.

Dalam pembangunan jalan tol di Sumatera, menurutnya, yang paling utama adalah masalah pembebasan lahan, seperti yang tengah dibahas dalam rapat tersebut, yaitu masih menentukan lahan yang akan dibebaskan.

Arinal berharap, efektivitas ruas jalan yang sudah lama dibangun harus menjadi perhatian, sehingga dapat terlaksana pembangunan jalan yang sesuai dengan kebutuhan serta peruntukannya untuk memperlancar transportasi antardaerah di Indonesia.

Pada pembangunan ruas tol tahap awal ini, dikabarkan sudah tidak ada masalah lagi, hanya tinggal menunggu realisasinya saja. Untuk itu, diharapkan masing-masing kepala daerah yang wilayahnya dilalui jalan tol Sumatera dapat mendukung dan membantu percepatan pelaksanaan realisasi pembangunan ini.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perkembangan peresmian tol baru tahun ini cukup baik. Diperkirakan masih ada lagi beberapa ruas tol yang akan diresmikan. Dimana sebelumnya telah dikabarkan, akan ada peresmian jalan tol setidaknya ada 5 ruas tahun ini.

Seperti yang diutarakan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, setidaknya ada lebih dari 3 ruas tol yang akan diresmikan hingga penghujung tahun 2013. Jumlah ini jauh lebih baik dibanding panjang tol yang diresmikan tahun lalu yang hanya sepanjang 3,7 km.

Diantaranya, ruas tol Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 km, dan JORR W2 untuk seksi 1-3 dari Kebon Jeruk-Ciledug sepanjang 4,8 km akan rampung di akhir tahun ini. Sedangkan ruas tol atas laut Bali dari Ngurah Rai-Nusa Dua-Benoa sepanjang 12,7 km sudah diresmikan di bulan September yang lalu."Yang sudah diresmikan tol Bali, lalu Ungaran Bawen, dan mungkin yang W2 itu," kata Djoko, akhir pekan lalu.

Kabarnya, jika ketiga ruas tol tersebut dijumlahkan, panjangnya mencapai sekitar 25 km. Artinya, itu Jauh lebih panjang dibanding dengan ruas tol yang telah diresmikan tahun lalu, yang hanya mencapai 3,7 km, yakni untuk ruas seksi I Cinere Jagorawi yang diresmikan pada 27 Januari 2012 lalu.

Meski diharapkan berjalan sesuai rencana, bukan berarti masyarakat Indonesia akan dapat segera menikmati ruas-ruas tol tersebut. Karena bisa saja peresmiannya molor dari yang sudah diperkirakan. Maklum saja, karena seperti biasa, banyaknya persoalan yang menghadang dalam membangun jalan tol.

Seperti pembebasan lahan, hingga saat ini masih menjadi rintangan untuk proyek pembangunan ruas tol di Indonesia. Mudah-mudahan saja masalah-masalah ini dapat segera teratasi dan membuat pengerjaannya sesuai target.