Pemerintah Segera Buka Tender Penerbangan Haji

Senin, 28/10/2013

Tender operator pelaksana angkutan udara haji tahun depan akan dilakukan secara terbuka bagi semua maskapai penerbangan. Dengan kata lain, setiap perusahaan penerbangan (maskapai) boleh mengajukan penawaran dalam tender terbuka jangka menengah itu.

Demikian Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Anggito Abimanyu, seperti dikutip Antara, Sabtu kemerin. "Siapa saja boleh mengajukan penawaran dalam tender terbuka jangka menengah yang akan kita mulai tahun depan," kata dia.

Menurut Anggito, sistem kontrak jangka panjang dan menengah bisa menekan biaya pengangkutan jamaah dan mengurangi risiko kekurangan pesawat. "Tahun ini karena kontraknya dibuat lebih awal, kita bisa berhemat 50 dolar Amerika per jamaah," ujar Anggito.

Sementara itu, para perusahaan penerbangan menyatakan diri telah siap untuk bersaing dengan menonjolkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki.

Seperti Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia dan Aviastar Mandiri misalnya. Mereka juga akan mengajukan penawaran menjadi operator pelaksana angkutan udara haji pada tahun depan menyusul belum terpenuhinya persyaratan pada tahun ini. “Kami tengah mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk ikut tender tahun depan,” kata Manager Corporate Communication Indonesia AirAsia Audrey Progastama Petriny.

Begitu juga dengan Aviastar, melalui Commercial Managernya, Petrus Budi mereka juga mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan penawaran angkutan haji tahun depan jika Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan membuka kesempatan.

Untuk tahun ini, terdapat empat syarat utama untuk menjadi operator angkutan udara haji. Pertama, pesawat udara yang dioperasikan minimal produksi 1995 ke atas kecuali jenis Boeing 747 minimal produksi 1991.

Lalu, pesawat juga memenuhi standar kelaikan udara sesuai dengan peraturan penerbangan sipil negara asal pesawat didaftar. Kemudian, maskapai menyampaikan data pesawat dan dokumen penyewaan pesawat udara. Terakhir, pemeriksaan kelaikan pesawat udara yang akan digunakan berdasarkan peraturan keselamatan penerbangan sipil Indonesia.