Investor Asing Kuasai Investasi Dalam Negeri

Jakarta – Pemerintah melaporkan pertumbuhan realisasi Penanaman Penanaman Modal Asing (PMA) periode Januari hingga September 2013 ini tumbuh sebesar 21,3% atau senilai Rp199,2 trilun. Meski lebih kecil dibanding pertumbuhan PMDN sebanyak 43,2% pada periode yang sama, tapi nilainya masih jauh lebih kecil yaitu Rp94,1 triliun.

“Secara year on year petumbuhan PMDN kita sangat signifikan hingga 43,2% atau Rp94,1 triliun padahal pada periode yang sama di tahun sebelumnya baru mencapai Rp65,7 triliun. Sedangkan PMA tumbuh sebanyak 21,3% atau senilai Rp199,2 trilun padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya baru mencapai Rp164,2 triliun. Perlu kita apresiasi bahwa petumbuhan PMDN bisa melampaui PMA pada tahun ini meski nilainya masih kecil. Tapi kita sudah bisa melihat ada pertumbuhan positif dari investor dalam negeri,” kata kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar pada Konferensi Pers Realisasi Penanaman Modal Triwulan III di Gedung BKPM, Rabu (23/10).

Lebih jauh Mahendra mengatakan, dari sejumlah investasi asing yang masuk ke dalam negeri hingga September kemarin terlihat Jepang menjadi kontributor paling utama denga nilai investasi sebesar 17,2% atau US$3,6 miliar. Kemudian di susul Singapura sebanyak 14,7% atau US$3,1 miliar, Amerika Serikat 9,4% atau US$2,0 miliar, Korea Selatan 7,7% atau US$1,6 miliar, Inggris, 4,6% atau senilai US$1,0 miliar dan sisanya tersebar di dari negara-negara Eropa lainnya.

“Hal ini juga perlu kita apresiasi karena laporan itu menunjukan iklim investasi di Indonesia masih menarik bagi sejumlah negara terutama di eropa. Jika hal ini dapat terus dijaga maka pertumbuhan ekonomi juga daoat terus dikejar,” tutur Mahendra.

Di tempat terpisah Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Riza Damanik mengatakan tidak bisa diapresiasi dari catatan PMA yang dominan. Pasalnya hal itu bisa membuat masyarakat kehilangan kontrol akan sektor-sektor strategis di dalam negeri. Sehingga secara jangka panjang justru masyarakat akan kesulitan mengakses kebutuhan ekonominya sendiri.

“Itu parah loh. Kita bisa kehilangan kendali di sektor strategis khususnya pangan, tanah, dan sumber daya alam lainnya. Karena asing itu kan banyak yang bermain di sumber daya alam. Nanti kita bisa tersisih di negeri sendiri,” ungkap Riza.

Riza menegaskan pemerintah harus segera ambil sikap dengan mendorong investor dalam negeri giat menanam modal di Indonesia. Karena ketika sektor-sektor strategis sudah dikuasai asing maka yang terjadi harga pangan akan melonjak mahal.

“Sejatinya asing menanam investasi untuk meningkatkan suplai di dalam negerintya mereka. Seharusnya pemerintah tahu investasi asing itu tentu orientasinya juga asing,” kata dia.

Riza juga sangat heran kenapa Singapura bisa menjadi salah satu negara dengan investasi terbesar di Indonesia. Padahal Singapura sendiri hanya negara kecil yang juga seharusnya menjadi competitor ketat dengan Indonesia. “Itu lucu Singapura bisa menjadi salah satu investor paling dominan di Indonesia. Ini kan bukti bahwa orientasi pemerintah dalam hal investasi memang untuk asing. Ini tidak bisa dibiarkan terus menerus,” tukas Riza.

BERITA TERKAIT

Investor Jepang Diminta Beri Pelatihan Vokasi

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mendorong perusahaan Jepang yang telah menanamkan…

Real Time Futures Bidik Investor Kalangan Milenial - Penetrasi Pasar Bursa Berjangka

NERACA Jakarta -Tingkat pertumbuhan transaksi perdagangan berjangka (futures trading) di Bursa Berjangka tergolong masih lambat jika dibandingkan dengan perdagangan saham…

Bappenas : Investor Global Butuh Mitra Lokal - Investasi di Indonesia

    NERACA   Jakarta - Pemerintah terus bergerak menawarkan proyek-proyek infrastruktur strategis ke pasar global. Setidaknya hal tersebut tecermin…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

321 Ribu Wajib Pajak Badan Telah Laporkan SPT

      NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyampaikan sebanyak 321 ribu Wajib Pajak Badan sudah…

Air Minum Kemasan Tercemar Mikroplastik

      NERACA   Jakarta - Baru-baru ini dunia kesehatan dikejutkan dengan kabar tercemarnya air minum kemasan oleh partikel…

Pemerintah akan Bagikan Sertifikat Lahan Secara Masal pada Juni

  NERACA   Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menargetkan pembagian sertifikat lahan masyarakat…