Telkom Raup Laba Rp 11,06 Triliun

NERACA

Jakarta – Sampai dengan kuartal ketiga, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11,06 triliun atau naik 10,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp10 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, naiknya laba dipicu naiknya pendapatan sebesar 8,16% menjadi Rp61,5 triliun dari realisasi akhir kuartal III/2012 sebesar Rp56,86 triliun. Namun, pendapatan tersebut tergerus beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi sebesar Rp14,12 triliun dari Rp12,85 triliun.

Selain itu, beban penyusutan dan amortisasi juga meningkat menjadi Rp11,07 triliun dari Rp10,6 triliun serta beban karyawan naik tipis dari Rp6,3 triliun menjadi Rp6,97 triliun. Beban interkoneksi juga tercatat bertambah menjadi Rp3,64 triliun dari Rp3,38 triliun dan beban umum maupun administrasi meningkat dari Rp2,22 triliun menjadi Rp2,4 triliun.

Disamping itu, perseroan juga berhasil mengurangi beban pemasaran menjadi Rp2,11 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp2,21 triliun. Perseroan juga mampu memangkas rugi kurs menjadi Rp265 miliar dari Rp297 miliar. Penghasilan lain-lain berhasil ditingkatkan menjadi Rp671 miliar dari Rp549 miliar, namun beban lain-lain ikut naik menjadi Rp310 miliar dari Rp264 miliar.

Sementara itu, perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan mencapai Rp15,63 triliun. Angka ini naik 10,7%dari posisi akhir kuartal III/2012 senilai Rp14,12 triliun. Adapun, laba per saham dasar naik menjadi Rp115,05 per saham dibanding periode yang sama tahun 2012 Rp104,07 per saham. Pukul 15.15 WIB, harga saham TLKM tercatat turun Rp25 atau 1,1% ke harga Rp2.200 per saham.

Tercatat jumlah aset perseroan per akhir September 2013 sebesar Rp120,8 triliun atau naik dibanding akhir tahun lalu senilai Rp11,37 triliun, dengan liabilitas akhir September tahun ini Rp48,06 triliun atau naik dibanding akhir 2012 sebesar Rp44,39 triliun. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan bisa membukukan pendapatan Rp 83,11 triliun. Telkom masih akan mengandalkan pendapatan dari bisnis selulernya.

Direktur Keuangan Telkom, Honesti Basyir pernah bilang, tahun ini pendapatan Telkom sesuai dengan pertumbuhan industri telekomunikasi, yakni sekitar 8%. Asal tahu saja, Telkom masih memiliki rencana untuk ekspansi ke Makau dan Taiwan, selain di 10 negara. Nantinya, skema bisnis yang akan dikembangkan adalah mobile virtual network operation (MVNO).

Kata Honesti Basyir, untuk ekspansi bisnis di Taiwan, Telkom masih dalam tahap proses mendapatkan lisensi dan mencari operator sebagai mitra usaha. Namun, dia memastikan, ekspansi di dua negara Asia Timur itu akan terealisasi tahun ini. "Makau lebih dulu karena Makau ini seperti perpanjangan Hong Kong. Jadi, untuk sementara, Makau akan di bawah Telin (Telekomunikasi Indonesia International) Hong Kong," ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

Berkat Stimulus Negara Maju - IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/3) kembali unjuk gigi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Ditopang Layanan Penundaan Kapal - Jasa Armada Bukukan Untung Rp 90 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) berhasil membukukan laba bersih Rp90 miliar atau…

Asia Pacific Fiber Catat Rugi US$ 11,91 Juta

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) mencatatkan raport merah. Pasalnya, emiten tekstil ini mencatatkan…