IHSG Awal Pekan Bergerak Konsolidasi

Senin, 28/10/2013

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham Jum’at akhir pekan kemarin, ditutup terkoreksi 13 poin. Sejak diawal perdagangan, indeks BEI sudah di buka melemah hingga kemudian berlanjut hingga akhir perdagangan. Padahal sebelumnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat seiring sentimen positif laporan keuangan emiten kuartal tiga. Meskipun demikian, koreksi yang diderita indeks merupakan yang paling minim di antara bursa-bursa regional.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, secara umum sentimen di pasar masih positif, “Pelemahan indeks BEI lebih disebabkan faktor teknikal setelah saham-saham di BEI menguat dalam beberapa hari ini,”ujar dia di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, kondisi bursa saham di kawasan Asia juga mayoritas terkoreksi sehingga menambah efek negatif bagi bursa saham dalam negeri. Menurut dia, sentimen positif dari internal diperkirakan masih memiliki kemampuan untuk mendorong indeks BEI kembali menguat.

Sementara Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan sentimen di dalam negeri masih positif seperti membaiknya angka realisasi investasi di Indonesia. Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan III tahun 2013 Rp100,5 triliun, pencapaian itu merupakan pertama kalinya melampaui angka Rp100 triliun."Angka tersebut menunjukkan peningkatan 22,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012," kata dia.

Berikutnya, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak menguat. Pada perdagangan kemarin, enam dari sepuluh indeks sektoral jatuh ke zona merah, dipimpin oleh sektor infrastruktur. Empat sektor masih menguat, yaitu konstruksi, aneka industri, finansial dan perdagangan.

Aksi ambil untung banyak dilakukan oleh investor domestik, investor asing juga tak ketinggalan meski porsinya tidak terlalu banyak. Saham-saham berbasis komoditas juga kena koreksi cukup dalam. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 165.074 kali pada volume 4,993 miliar lembar saham senilai Rp 5,95 triliun. Sebanyak 108 saham naik, sisanya 127 saham turun, dan 118 saham stagnan.

Bursa-bursa regional masih terjebak di teritori negatif menutup perdagangan akhir pekan. Bursa saham China dan Jepang jatuh cukup dalam hingga lebih dari satu persen. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lionmesh (LMSH) naik Rp 2.000 ke Rp 12.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.400 ke Rp 68.400, Matahari (LPPF) naik Rp 600 ke Rp 13.000, dan Sona Topas (SONA) naik Rp 400 ke Rp 2.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 340 ke Rp 1.150, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 20.650, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 13.300, dan PGN (PGAS) turun Rp 175 ke Rp 4.975.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 16,880 poin (0,37%) ke level 4.577,965. Sementara Indeks LQ45 turun 4,264 poin (0,55%) ke level 770,401. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 100.429 kali pada volume 2,254 miliar lembar saham senilai Rp 2,845 triliun. Sebanyak 91 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 114 saham stagnan.

Bursa-bursa regional kompak berjatuhan ke zona merah sesi pertama. Aksi jual terjadi meski pelaku pasar dapat sentimen positif dari pasar global. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lionmesh (LMSH) naik Rp 2.000 ke Rp 12.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.400 ke Rp 68.400, Nipress (NIPS) 550 ke Rp 9.950, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 31.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 36.950, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 360 ke Rp 1.130, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 13.250, dan Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 20.300.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 15,48 poin atau 0,34% menjadi 4.579,36 didorong oleh faktor teknikal, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,95 poin (0,51%) ke level 770,71.

Kata Reza Priyambada, pembalikan arah IHSG BEI terjadi setelah kenaikan dalam dua hari terkahir tidak diikuti dengan kenaikan volume transaksi perdagangan, “Namun, harapan akan kelanjutan penguatan indeks BEI untuk mempertahankan tren kenaikan jangka pendek-menengah, dengan asumsi didukung oleh sentimen yang ada seperti kondisi ekonomi dalam negeri yang membaik masih ada," tuturnya.

Sementara itu, Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan IHSG BEI pada akhir pekan mengalami aksi ambil untung (profit taking) setelah menguat dalam dua hari terakhir yang relatif "outperform" dibandingkan pergerakan bursa regional.

Menurut Benedictus Agung, saham-saham sektor perbankan, konsumer dan properti bakal terkoreksi pada perdagangan akhir pekan. Sementara bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 83,99 poin (0,37%) ke level 22.751,83, indeks Nikkei-225 turun 151,73 poin (1,05%) ke level 14.334,93, dan Straits Times melemah 5,13 poin (0,22%) ke posisi 3.210,03. (bani)