Ecoparty Ubah Plastik Jadi Minyak dan Generator Listrik

NERACA

Volume sampah plastik di Jakarta dewasa ini kian meningkat. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jakarta menghasilkan 8 ribu ton sampah dan 13,25% atau sekitar 1.060 ton adalah sampah plastik.

Sampah plastik sendiri dewasa ini berupa bekas kemasan dan bekas kantong belanjaan sekali pakai (tas kresek). Dari seluruh sampah plastik, bekas kemasan dan tak kresek merupakan yang paling banyak, mencapai 90%. Persoalan makin serius karena masyarakat membuang sampah plastik bekas kemasan dan bekas tas kresek tersebut di sembarang tempat.

Bungkusan belanjaan yang hanyut di sepanjang sungai menyebabkan aliran air terhenti, menetaskan banyak nyamuk yang di antaranya membangkitkan dan menyebarkan penyakit seperti malaria. Dan selanjutnya sampah-sampah plastik tersebut akan bermuara ke laut, dan menjadi racun bagi kehidupan laut.

Dalam merespon isu perbaikan lingkungan hidup dari persoalan sampah plastik, beberapa waktu lalu Ecoparty mengadakan Event Corporate Social Responsibility (CSR) di Jakarta. Dalam aksinya Ecoparty menggunakan truk “School Oil Field Caravan”, yang memuat sebuah mesin yang dapat mengubah plastik menjadi minyak dan generator listrik.

“School Oil Field Caravan” memberikan ide lifestyle yang bersiklus dan mandiri dengan menggunakan kombinasi dari alam dan teknologi, yaitu dengan memilah sampah plastik, lalu mengumpulkannya dari rumah ke rumah ke sekolah, lalu diolah menjadi minyak mentah.

Ecoparty didirikan pada tahun 2003 di Taman Kanak-Kanak Shin-Matsudo, di Chiba Prefecture Japan. Ecoparty adalah suatu event atau acara yang diadakan dengan tujuan interaksi antar masyarakat dan pendidikan mengenai lingkungan. Sejak tahun 2006 telah mengembangkan jaringan aktivitasnya ke Nepal.

Related posts