Unilever Indonesia Siapkan Dana Rp558 Miliar

Muluskan Go Private PROD

Jumat, 25/10/2013

NERACA

Jakarta- Untuk memiliki sepenuhnya saham Unilever Body Care Indonesia (PROD), PT Unilever Indonesia Holding BV disebut sebut mengeluarkan dana sebesar Rp558 miliar. Jumlah tersebut untuk membeli 1,7% saham Unilever Body Care Indonesia yang tercatat dimiliki publik. “Jika Unilever Indonesia Holding ingin memiliki sepenuhnya saham dari Unilever Body Care Indonesia, maka pihaknya harus menyerap sisa saham yang masih dimiliki publik sebanyak 1,5 juta saham atau setara 1,7%,” kata Direktur PT Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso di Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Menurut Sancoyo, seiring dengan go private yang akan dilakukan perusahaan, Unilever Body Care akan melakukan tender offer dengan harga saham yang ditawarkan pihak Unilever Indonesia Holding. Penawaran dilakukan di harga Rp372 ribu per saham, dari harga pada saat delisting tahun 2009, yang sebesar Rp2.250 per saham.

Sementara terkait kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sendiri, kata dia, hampir seluruh produk consumer goods mengalami kenaikan harga sekitar 5%. Kenaikan harga yang disebutkan tersebut merupakan kenaikan harga rata-rata dari seluruh produk. “Per 7 Oktober kami naikkan harga produk 2% karena pelemahan rupiah terhadap dolar," jelasnya.

Selain pelemahan rupiah, sambung dia, terjadinya kenaikan upah minimum provinsi (UMP) di awal tahun, dan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada Juni juga telah membuat beban pokok penjualan perseroan ikut naik. Oleh karena itu, hal tersebut menyebabkan harga produk yang dijual perseroan mengalami kenaikan hingga tiga kali sepanjang tahun ini.

Pihaknya mencatat, jumlah biaya produksi perseroan naik 7% dari Rp 6,575 triliun di Juni 2012 menjadi Rp 7,056 triliun di Juni 2013. Namun, secara over all pada semester pertama tahun ini perseroan mencatatkan kenaikan laba ke pemilik entitas induk naik 21,21% menjadi Rp2,82 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,32 triliun.

Kenaikan laba ini diikuti kenaikan pendapatan sebesar 15,50% menjadi Rp15,43 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp13,35 triliun. Sementara harga pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp7,46 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp6,61 triliun. Laba bruto perseroan naik menjadi Rp7,96 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp6,74 triliun.

Beban pemasaran dan penjualan perseroan naik menjadi Rp3,21 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,89 triliun. Beban umum perseroan naik menjadi Rp1,01 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp760,80 miliar.(lia)