Saham Arita Prima Masuk Efek Syariah

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Arita Prima Indonesia Tbk sebagai efek syariah sehingga masuk dalam Daftar Efek Syariah. Informasi tersebut disampaikan OJK dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan, penetapan efek syariah itu berdasar Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: Kep-54/D.04/2013 tanggal 17 Oktober 2013. Penerbitan keputusan itu sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria efek syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan PT Arita Prima Indonesia Tbk.

Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun pihak-pihak lain yang dapat dipercaya.

Secara periodik, OJK akan melakukan kaji ulang atas Daftar Efek Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik. Kaji ulang atas daftar efek syariah juga dilakukan jika terdapat emiten atau perusahaan publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau jika terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Sebagai informasi, PT Arita Prima Indonesia mengaku tetap optimis sahamnya bakal diminati pasar. Karena prospek dari lini bisnis yang dipilihnya sangat unik dan memiliki pangsa pasar sangat luas.

Direktur Utama Arita Prima Indonesia, Low Yew Lean pernah bilang, optimisme perseroan datang dari fakta bahwa bisnis distribusi katup pipa-pipa ini dibutuhkan berbagai macam industri. Meski terlihat sepele, namun kenyatannya bisnis yang dijalankan anak usaha Unimech Group ini sangat dibutuhkan mulai dari industri perhotelan hingga industri perminyakan sekalipun,”Kami menyediakan katup pipa seukuran keran air hingga ada yang berdiameter dua meter. Tanpa kami, industri mereka tidak bisa berjalan,”tandasnya.

Optimisme Low sendiri tentu bukan hanya isapan jempol. Lihat saja pertumbuhan omzet Arita Prima yang meroket dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada 2010, omzet yang didapat sebesar Rp62,53 miliar. Sementara jika dibandingkan dengan full years 2012, omzetnya terbang 145,79 persen menjadi Rp153,69 miliar.

Laba bersih yang diperoleh juga sama positifnya dengan top line perusahaan. Pada akhir 2010, laba bersih yang diperoleh sebesar Rp8,79 miliar. Sedangkan pada 2012, laba bersihnya naik 118,66 persen menjadi Rp19,22 miliar. Untuk tahun ini, kata dia, manajemen membidik omzet Rp180 miliar. "Untuk pertumbuhan gross profit dan net profit masing-masing 50 persen dan 15 persen," imbuh Low. (bani)

BERITA TERKAIT

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi…

BEI Suspensi Saham INDR dan BNBR

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Indorama…

Pemegang Saham Serap Rights Issue MDKA - Bidik Dana di Pasar Rp 1,33 Triliun

NERACA Jakarta - Aksi korporasi yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berupa penerbitan saham baru (rights issue) dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sunandar Resmi Jadi Dirut Baru KPEI

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) merombak jajaran direksi. Dimana para pemegang…

Indo Straits Raih Kontrak Baru Rp 121 Miliar

Belum lama ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) medapat kontrak baru senilai Rp 121 miliar berupa penyediaan crane barge untuk…

PNRI Terbitkan MTN Rp 145 Miliar

Guna menunjang pengembangan bisnisnya, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN)…