​Laba Bersih OCBC NISP Capai Rp 838 Miliar

Jumat, 25/10/2013

NERACA

Jakarta – Hingga triwulan ketiga tahun 2013, PT Bank OCBC NISP (OCBC NISP) behasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp838 miliar, ini meningkat 28% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp656 miliar.

Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, mengatakan, kenaikkan ini terjadi akibat kepercayaan nasabah yang semakin tinggi kepada perseroan. “Ini menjadi motivasi bagi kami, agar senantiasa untuk memberikan nilai tambah dan kualitas terbaik kepada seluruh nasabah,” ujar Parwati dalam siaran persnya, Kamis (24/10)

Parwati juga menambahkan, kinerja positif dan berbagai inisiatif serta pengembangan beragam produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, bisa menjadi cerminan atas komitmen agar perseroan selalu fokus terhadap nasabah.“Kami yakin, dengan sinergi yang harmonis dari para stakeholder juga semakin memantapkan langkah Bank OCBC NISP untuk senantiasa menjadi ‘Your Partner for Life’ bagi seluruh nasabah serta memberi nilai pada kehidupan masyarakat secara berkesinambungan,” tuturnya.

Selain itu, OCBC NISP juga mencatatkan pendapatan bunga bersih naik sekitar 23% menjadi Rp2,3 triliun, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp1,88 triliun. “Sedangkan untuk pendapatan non bunga naik sebesar 7% dari Rp597 miliar menjadi Rp638 miliar, hal ini membuat pendapatan operasional tumbuh 19% dari Rp2,47 triliun menjadi Rp2,94 triliun,” kata Parwati.

Sedangkan beban operasional naik 14% dari Rp1,44 triliun menjadi Rp1,64 triliun. Sementara itu, Dari sisi penyaluran kredit mengalami kenaikan 21% dari Rp50,52 triliun menjadi Rp61,19 triliun. “Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17% dari Rp53,62 triliun menjadi Rp62,87 triliun. Sementara total aset bertambah 24% dari Rp71,43 triliun menjadi Rp88,55 triliun,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk rasio keuangan lainnya, tercatat rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 14,9%, marjin bunga bersih (NIM) 4,2%, rasio kredit terhadap DPK (LDR) 97%, rasio kredit bermasalah (NPL) gross 0,7%, return on assets (ROA) 1,8% dan return on equity (ROE) 12,5%.

Perseroan juga mengaku optimis target pertumbuhan bisnis akan tercapai tahun ini. Karena, perseroan akan mempertahankan target pertumbuhan kredit, sedikitnya sebesar 20% pada 2013, meskipun kondisi perekonomian sedang tidak stabil

Wakil Presiden Direktur OCBC NISP Na Wu Beng, meyakini, prospek perekonomian di Indonesia sendiri masih sangat baik, dan menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Asia. Baik dari sisi populasi, sumberdaya alam, daya beli masyarakat atau konsumsi, pasar domestik yang besar, menurut Na Wu Beng, masih sangat menjanjikan.“Oleh karena itu, kami tidak berpikir faktor-faktor jangka pendek seperti nilai tukar (pelemahan rupiah), defisit neraca transaksi berjalan akan memengaruhi dengan signifikan prospek negeri ini secara jangka pankang,” tandasnya.

Perseroan mencatat outstanding kredit mencapai Rp56,89 triliun pada akhir Juni 2013, tumbuh 19% dibanding Rp47,74 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan dari sisi kualitas kredit yang tercermin dari risiko kredit bermasalah (NPL) secara gross tetap terjaga di level 0,7% (Sylke)