Bank Victoria Raup Laba Rp218 Miliar

PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) mencatatkan kenaikan laba bersih 61,5% atau menjadi Rp218 miliar pada kuartal ketiga 2013 dibanding periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp135 miliar. Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income) meningkat Rp94 miliar. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (24/10).

Disebutkan, perseroan mencatatkan pertumbuhan Net Interest Margin (NIM) dari 3,01% pada September 2012 menjadi 3,50% di September 2013. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 77,5% dan rasio efisiensi (BOPO) yang terjaga pada level 77,4%. Sementara persentase kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) mengalami pertumbuhan 0,8%. Adapun pertumbuhan kredit dan pembiayaan syariah mencapai 43% menjadi Rp10,3 triliun.

Pada periode ini, perseroan mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 27,9% menjadi US$13,3 triliun. Total aset perseroan mencapai Rp17,2 triliun dengan ekuitas sebesar Rp1,49 triliun. Diketahui, pada Juni 2013 perseroan menerbitkan obligasi IV tahun 2013 senilai Rp200 miliar dengan kupon sebesar 9,5%.

Rencananya, perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi untuk mendukung modal kerja dan ekspansi.“Setelah dikurangi biaya-biaya emisi, dana obligasi seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha, terutama untuk pemberian kredit.” kata Direktur Utama Bank Victoria, Eko R Gindo.

Obligasi ini telah mendapat rating idA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Sementara untuk obligasi subordinasi III 2013 senilai Rp300 miliar memiliki jangka waktu 7 tahun dengan kupon 10%-10,5%. Penerbitan obligasi subordinasi mendapatkan rating idBBB+ dari lembaga yang sama.

Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi subordinasi ini, lanjut dia, setelah dikurangi biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk modal pelengkap level bawah (lower tier 2) yang digunakan dalam memperkuat struktur pendanaan jangka panjang. “Dengan subdebt Rp300 miliar, jika terserap pasar kemungkinan akan naik jadi 18%,” imbuhnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Catatkan Perolehan Laba Rp 13,5 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba konsolidasi tumbuh 11,1% mencapai Rp13,5 triliun, kualitas kredit…

Bank Sinarmas Serahkan Kepada Penyidik Kejaksaan - Soal Kasus Aset LCC

Bank Sinarmas Serahkan Kepada Penyidik Kejaksaan Soal Kasus Aset LCC NERACA Jakarta - Perseroan Terbatas Bank Sinarmas Tbk menyerahkan penanganan…

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…