WIKA Klaim Surplus 10% Tiap Tahun

Jumat, 25/10/2013

NERACA

Jakarta – Seiring dengan menggeliatnya proyek infrastruktur di dalam negeri, menjadi berkah bagi industri konstruksi lantaran banyaknya proyek-proyek baru yang akan digarap. Hal inipula lah yang dialami perusahaan konstruksi negara PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Bahkan perseroan mengklaim, mengalami surplus 10% setiap tahunnya.

Direktur Sales PT Wijaya Karya Tbk, Hadian Pramudita mengatakan, selalu mengalami surplus tiap tahunnya tidak bisa lepas dari kerjasa keras perseroan dan terobosan inovasi yang dilakukan, “Perseroan selalu melakukan terobosan dan terus berevolusi menjadi perusahaan infrastruktur yang terintegritas melalui pengembangan sejumlah anak perusahaan, yakni WIKA Beton, WIKA Intrade, dan WIKA Realty,”ujarnya di Jakarta, Kamis (24/10).

Menurutnya, pertumbuhan WIKA sebagai perusahaan infrastruktur terintegritas yang kuat semakin mendapat pengakuan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah, “WIKA adalah perusahaan yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, dan ini adalah keuntungan kita untuk bekerja sama dengan proyek pemerintah,”tandasnya.

Kata Hadian, WIKA sebagai perusahaan terbesar di Indonesia selalu menyediakan apapun permintaan di bidang industri. Oleh karena itu, selalu mengalami surplus 10% setiap tahunnya. Disamping itu, PT Wijaya Karya Tbk melalui anak usahanya PT Wika Beton bertekad mempertahankan pengembangan produk-produknya, baik di bidang jasa beton, pipa besi dan yang menyangkut kontruksi untuk pembangunan.

Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya pengembangan perencanaan dan datangnya proyek-proyek infrastuktur lain seperti monorail, terowongan, dan fly over."Saat ini WIKA dipercaya oleh pemerintah DKI Jakarta. Di mana Bapak Jokowi (Gubernur DKI Jakarta) menunjuk WIKA menjadi salah satu partner di jasa beton dalam pembangunan jalur Ciliwung-Banjir Kanal Timur menggunakan pipa beton yang disupport WIKA," kata Hadian Pramudita.

Seperti yang diketahui bahwa sudah lama WIKA menjadi salah satu partner pemerintah dalam pengembangan pembangunan infrastruktur dalam negeri. Tercatat, total kapasitas pabrik WIKA Beton dari 2012 sebesar 1.850.000 ton dan tahun ini naik menjadi 2 juta ton yang tersebar di Sumatera Utara, Lampung, Bogor, Majalengka, Boyolali, Pasuruan, Sulawesi Selatan, dan Kerawang. Perseroan optimis, jika pembangunan lampung Selatan Bakauheni selesai, maka permintaan pun akan semakin naik. Karena itu, WIKA selalu mengangap serius setiap proyek yang dikerjakannya. (bani)