Tersangkut Hukum, Greenwood Alihkan Dana IPO

Jumat, 25/10/2013

NERACA

Jakarta- PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) akan mengalihkan penggunaan dana akuisisi dari hasil penawaran saham umum perdananya (IPO). Alasannya, perseroan sedang berupaya untuk menyelesaikan permasalahan hukum atas lahan yang direncanakan untuk diakuisisi tersebut. “Perseroan sedang melakukan somasi atas lahan di jalan KH. Mas Mansyur yang diperkirakan akan memakan waktu lama dalam penyelesaian perselisihan tersebut.” kata Direktur Utama PT Greenwood Sejahtera Tbk, Harry Gunawan Ho dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (24/10).

Dana akuisisi tersebut, menurut dia, akan dialihkan menjadi modal kerja perseroan. Oleh karena itu, pihaknya akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa untuk permintaan persetujuan para pemegang saham terkait rencana perubahan penggunaan dana. “Dana yang tersedia dapat dipergunakan untuk kegiatan perseroan yang lebih produktif daripada disimpan di Bank dalam bentuk deposito.” jelasnya.

Rencana pengubahan penggunaan dana IPO melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tersebut, sambung dia, akan dilaksanakan pada 1 November 2013. Modal kerja dimaksud adalah berusaha dalam bidang pembangunan dan pengembangan serta investasi. Dalam hal ini meliputi pembebasan/pembelian tanah, melakukan investasi baik secara langsung maupun melalui penyertaan ataupun divestasi modal sehubungan dengan kegiatan usaha utama perseroan dalam perusahaan lain.

Namun untuk saat ini, kata dia, perseroan belum dapat memberikan cost and benefit analisis secara rinci terkait rencana perubahan penggunaan dana tersebut dalam pelaksanaan rapat umum pemegang saham.

Seperti diketahui, Greenwood Sejahtera merupakan perusahaan di bidang pembangunan dan pengembangan, investasi, perdagangan, dan jasa penyewaan properti itu mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 1,6 miliar lembar saham atau setara dengan 20,51%. Nilai emisi IPO Greenwod sebesar Rp 400 miliar. Rencananya, dana tersebut diharapkan dapat mempercepat proses akuisisi lahan dalam rangka pengembangan The City Center Batavia tahap dua dan tahap ketiga.

TCC Batavia sendiri mengusung konsep superblok di kawasan Karet, Sudirman, Jakarta. Untuk proyek tahap kedua, perseroan akan menggarap tower yang diperuntukkan sebagai mix-used yang terdiri dari tiga menara apartemen di atas pusat belanja dan convention hall. Sementara pada tahap ketiga, direncanakan terdiri dari satu menara gedung serbaguna (mix used) yang terdiri dari 72 lantai mencakup ruang perkantoran, hotel bintang lima dan apartemen.

Informasinya, per 18 Oktober 2013 perseroan telah menggunakan dana tersebut sebesar Rp 34,74 miliar sehingga masih tersisa sekitar Rp 347,7 miliar. Perseroan disebut sebut mendepositokan dana tersebut di Bank Victoria International dengan bunga 9,5%. (lia)