BTPN Catatkan Simpanan Masyarakat Tumbuh 15%

Jumat, 25/10/2013

NERACA

Jakarta – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan, peningkatan simpanan masyarakat sebesar 15% per 30 September 2013 menjadi Rp49,03 triliun atau naik Rp6,43 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp42,6 triliun.

Direktur Utama BTPN, Jerry Ng mengatakan, peningkatan nilai simpanan masyarakat saat ini, membuktikan bila masyarakat percaya unuk menyimpan dananya di BTPN Sinaya, “Melaluii BTPN Sinaya, penabung dan deposan bisa memberdayakan jutaan mass market di Indonesia dan juga usaha mikro dan kecil,” ujar Jerry Ng di Jakarta, Kamis (24/10).

Menurut dia, selain mendapatkan tingkat pengembalian yang optimal, nasabah juga bisa berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah. Lanjutnya, sebagai salah satu cara untuk mewujudkan pemberdayaan, perseroan mengaku telah beberapa kali menggelar program Daya. Disebutkan, program ini memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah, yang meliputi pensiunan, pelaku usaha mikro dan kecil, serta komunitas pra sejahtera produktif.

Kata Jery, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Manajemen dan Bisnis IPB. BTPN pada Februari 2013 lalu, mampu menunjukan korelasi positif antara frekuensi mengkuti programm dan pelatihan dengan omzet dan biaya operasional usaha nasabah. Tercatat, sejak Januari hingga akhir September 2013, Program Daya telah menjangkau 1.040.815 penerima manfaat. “Jumlah tersebut meningkat 25 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012, yang tercatat 832.986 penerima manfaat,” imbuh Jerry.

Untuk jumlah aktifitas, Jerry menambahkan, kegiatan yang digelar selama sembilan bulan pertama tahun 2013 ini juga mengalami peningkatan sebesar 69%, yakni dari 35.105 menjadi 59,273 aktifitas. “Fokus kami itu memang melayani segmen mass market,” kata dia.

Selain itu, pada triwulan III tahun 2013, BTPN berhasil mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp1,78 triliun, ini meningkat sebesar 24% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp1,44 triliun

Sementara Direktur Keuangan BTPN Arief Harris Tandjung, mengatakan, dari pendapatan non bunga tumbuh sebesar 30% dari tahun lalu sebesar Rp212 miliar menjadi Rp276 miliar. “ Membuat pendapatan operasional perseroan tumbuh 21% dari Rp4,58 triliun menjadi Rp5,55 triliun. Sedangkan beban operasional tercatat sebesar Rp2,88 triliun, naik 20% dari Rp2,4 triliun,” kata Harris.

Penyaluran kredit BTPN mengalami kenaikan 22% dalam setahunan dari Rp37,08 triliun menjadi Rp45,3 triliun. Dana pihak ketuga (DPK) tumbuh 15% dari Rp42,58 triliun menjadi Rp49,03 triliun. Sementara aset naik meningkat 17% dari Rp56,48 triliun menjadi Rp66,2 triliun. Adapun rasio keuangan lainnya tercatat rasio kecukupan modal (CAR) 23%, marjin bunga bersih (NIM) 12,9%, rasio kredit terhadap DPK (LDR) 92%, rasio kredit bermasalah (NPL) 0,6%, return on equity (ROE) 27,3% dan return on assets (ROA) 4,8%. (sylke)