Akhir Pekan, Penguatan IHSG Belum Goyah

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 48,346 poin (1,06%) ke level 4.594,845. Sementara Indeks LQ45 menanjak 10,549 poin (1,38%) ke level 774,665. Lagi-lagi, aksi saham yang dilakukan investor asing dan lokal berhasil membawa indeks BEI di zona hijau ditengah memelahnya bursa Asia.

Analis dari PT Mega Capital Indonesia, Gene Richard mengatakan, penguatan indeks BEI disebabkan oleh ekspektasi pasar terhadap kinerja keuangan emiten domestik kuartal III 2013, “Sebagian laporan keuangan kuartal III tahun ini sudah keluar terutama dari sektor perbankan, mayoritas membukukan kinerja yang positif," ujarnya di Jakarta, Kamis (24/10).

Dia menambahkan, sektor pertambangan juga diperkirakan mencatatkan kinerja yang baik menyusul kenaikan harga komoditas dunia. Oleh karena itu, indeks BEI akhir pekan diprediskikan akan bergerak menguat di kisaran 4.550-4.650 poin.

Hal senada juga disampaikan analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, IHSG bergerak menguat cukup signifikan didorong oleh sentimen positif dari realisasi investasi pada kuartal III 2013 yang tercatat senilai Rp100,5 triliun atau naik 22,9 persen "year on year".

Selain itu, lanjut dia, bursa regional juga menguat dipengaruhi oleh ekspektasi the Fed yang akan menunda rencana pengurangan stimulus keuangannya."Diproyeksikan IHSG BEI Jum’at akhir pekan akan bergerak 'mixed' dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.530-4.669 poin pada akhir pekan,”ungkapnya.

Perdagangan kemarin, saham-saham bank memimpin penguatan meski ada kasus suap yang dilakukan terhadap bank pemerintah oleh raksasa penyedia ATM asal Amerika Serikat (AS) Diebold. Sektor lain yang naik tinggi adalah aneka industri, industri dasar dan konstruksi.

Transaksi investor asing terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 183,55 miliar di seluruh pasar. Kemarin-kemarin investor asing masih terus melepas saham. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 207.607 kali pada volume 5,527 miliar lembar saham senilai Rp 6,05 triliun. Sebanyak 134 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 117 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed setelah sempat kompak melemah di zona merah. Penguatan IHSG di Bursa Efek Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lionmesh (LMSH) naik Rp 1.700 ke Rp 10.200, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 37.500, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 20.500, dan Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 32.150. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangaraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 31.500, Saratoga (SRTG) turun Rp 200 ke Rp 4.600, Malindo (MAIN) turun Rp 200 ke Rp 3.275, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 20.900.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 20,636 poin (0,45%) ke level 4.567,135. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,775 poin (0,76%) ke level 769,891. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 117.015 kali pada volume 2,512 miliar lembar saham senilai Rp 2,935 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa Asia masih sama seperti diawal, kompak berjalan di teritori negatif. Bursa Efek Indonesia berhasil menguat di tengah koreksi bursa regional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 850 ke Rp 20.750, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 37.300, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 14.400, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 250 ke Rp 6.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 5.000 ke Rp 170.000, Indo Tambangaraya (ITMG) turun Rp 1.000 ke Rp 31.550, Matahari (LPPF) turun Rp 500 ke Rp 11.900, dan Malindo (MAIN) turun Rp 175 ke Rp 3.300.

Sebaliknya, diawal perdagangan indeks BEI dibuka turun 8,94 poin atau 0,20% menjadi 4.537,56. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,28 poin (0,30%) ke level 761,84,”Bursa Asia, termasuk indeks BEI kembali dibuka melemah seiring dengan sentimen negatif dari koreksi bursa AS tadi malam," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Menurut Benedictus Agung, sentimen negatif juga berasal dari China yang mengalami kenaikan suku bunga di pasar uangnya dan pernyataan bank sentral Eropa (ECB) yang akan menerapkan aturan modal yang lebih ketat untuk "stress-test" perbankan Eropa berikutnya.

Dari dalam negeri, dia menambahkan bahwa penguatan IHSG Rabu kemarin, di tengah koreksi bursa regional juga membuat saham-saham di BEI rawan terhadap aksi ambil untung (profit taking). Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengatakan bahwa dari dalam negeri, investor asing yang mulai masuk ke pasar modal domestik akan membawa pengaruh positif bagi pergerakan Indeks BEI.

Tim itu menambahkan data ekonomi Indonesia juga diproyeksi terus membaik, yang terlihat dari ekspektasi inflasi Oktober yang rendah, dan defisit neraca perdagangan berjalan yang semakin kecil.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 103,59 poin (0,45%) ke level 22.996,36, indeks Nikkei-225 turun 93,20 poin (0,69%) ke level 14.325,88, dan Straits Times menguat 2,80 poin (0,10%) ke posisi 3.207,24. (bani)

Related posts