Awal Tahun Dinilai Momentum Tepat IPO - Hindari Dekat Event Pemilu

NERACA

Jakarta – Masuki akhir tahun 2013 dan awal tahun 2013, dinilai menjadi momentum tepat untuk menggelar aksi korporasi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Alasannya, dalam kurun waktu kurang dari enam bulan tersebut, kondisi ekonomi makro dalam negeri masih mendukung dan dapat menyerap IPO.

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Abi Pryadai Riyanto mengatakan, pelaksanaan IPO yang tepat dilakukan pada akhir tahun dan awal tahun 2014, “Kalau mau muncul ya tahun ini atau kuartal pertama 2014. Jangan melewatkan waktu ini, karena jika sesudah kuartal pertama akan ada pemilu dan ini yang harus di hindari,”kata dia di Jakarta, Kamis (24/10).

Dia menuturkan, pada tahun 2013 ini tercatat sebanyak 5 sampai 10 calon emiten masih tersisa dari target PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipatok sebanyak 30 emiten. Oleh karena itu, menurutnya, pasar modal memang butuh waktu secara terus menerus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kata Abi, Mandiri Sekuritas sendiri saat ini masih akan mengantarkan tiga calon emiten lagi untuk melaksanakan IPO. Hanya saja, dirinya belum dapat mengumumkan jumlah dana yang di incar ketiga calon emiten tersebut karena dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum di setujui.

Dia menjelaskan bahwa ketiga calon emiten yang akan diantar melantai di pasar modal belum memutuskan kisaran saham yang akan dilepas, apakah akan penuh atau setengahnya. Sehinga kisaran harga saham dan dana yang diincar calon emiten tersebut juga belum diketahui.

Sebelumnya, dia sempat menyatakan bahbwa pada semester kedua tahun ini, pihaknya akan mengantar empat calon emiten melakukan IPO dengan target total dana mencapai Rp3,5 triliun. Keempat perusahaan itu akan menggunakan buku laporan keuangan per Juni 2013. Dari keempat calon emiten tersebut, mereka bergerak di sektor konsumer, komoditas, jasa keuangan dan transportasi.

Selain itu, Mandiri Sekuritas juga akan mendampingi empat perusahaan yang mau melakukan penerbitan surat utang atau obligasi juga pada semester kedua tahun ini. Keempat perusahaan itu bergerak di sektor infrastruktur, telekomunikasi, properti dan jasa keuangan. Pada 2013 ini, Mandiri Sekuritas telah menangani 20 perusahaan dengan 16 perusahaan diantaranya menerbitkan obligasi dan sisanya adalah perusahaan yang melakukan IPO. Mandiri Sekuritas juga menyatakan bahwa porsi penjaminan yang sudah direalisasikan sebesar Rp7 triliun.

Sementara itu, perwakilan dari BEI R.Haidir Musa menyebutkan, pihak BEI memang menargetkan 30 emiten listing di pasar modal pada tahun 2013 dan saat ini tren perusahaan yang akan listing adalah sektor jasa,seperti jasa transportasi, “Trennya memang banyak di sektor jasa pada tahun ini dari target kita 30 emiten,”ungkapnya.

Sebelumnya, analis dari PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo pernah bilang, rencana IPO sebaiknya ditunda hingga pertemuan The Fed pada 30 Oktober mendatang direalisasikan. Pasalnya, jelang pertemuan yang sempat tertunda tersebut, membuat pergerakan indeks terus meraba-raba sehingga tidak ada kepastian posisi IHSG.

Selain itu, menurut dia saham yang akan diterbitkan calon emiten juga akan kurang menarik bagi investor karena banyak investor justru akan menarik dana terutama asing yang akan banyak melakukan aksi jual. (nurul)

BERITA TERKAIT

Analis: Momentum Tepat Rilis Obligasi - Peringkat Utang Indonesia Naik

NERACA Jakarta  - Analis pasar modal menilai bahwa sentimen dari kenaikan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service…

Dafam Patok Harga IPO Rp 115 Per Saham

Pemilik jaringan hotel Dafam, PT Dafam Property Indonesia Tbk mematok harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)…

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…