Untung Rugi Membeli dengan Cara Mencicil

Sabtu, 26/10/2013

Utang, mungkin menjadi hal yang pasti dihampiri semua manusia. Karena dengan berutang akan meringankan beban seseorang. Tetapi, jangan salah dengan berutang pula masalah lain akan bermunculan. Jadi, mulai kini pikirkan kembali jika inging membeli sesuatu dengan cara mencicil (utang).

Dengan kata lain, mencicil suatu barang boleh saja dilakukan, tapi harus diingat juga untung dan ruginya. Katakan saja, untuk membeli sebuah smartphone dengan cara dibeli dengan cicilan enam bulan akan sangat membantu.

Akibat iming-iming kemudahan seperti itu, masyarakat berbondong-bondong mencari fasilitas cicilan baik dari bank ataupun lembaga keuangan non bank (multi finance). Saking semangatnya, mereka tidak menyadarikalau mereka mulai terikat dengan sistem bunga yang memang biasa digunakan oleh bank ataupun mutli finance. Meski demikian, masyarakat biasanya tidak lagi memperhatikan sifat dasar bunga yang cenderung fluktuatif.

Yang pasti masyarakat lebih memilih mencicil karena adanya kemudahan dalam memperoleh sebuah barang hanya dengan sistem kredit ditambah proses yang sangat mudah. Ya, hal itu pada kenyataannya mampu membuat banyak orang memutuskan untuk membeli sebuah barang dengan cara kredit.

Terdapat banyak alasan orang menggunakan cara ini untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan. Salah satunya adalah harga barang yang mereka beli secara kredit umumnya lebih tinggi dari tingkat kemampuan mereka ketika harus membeli barang dengan cara tunai.

Tetapi, apakah hal itu akan menguntungkan kedepannya, karena daftar harta yang masuk dari pembelian gadget itu tidaklah ada, berbeda jika Anda menyicil sebuah kendaraan, katakan saja sebuah mobil, pembelian mobil yang dilakukan itu dapat masuk ke dalam daftar harta karena setelah cicilan yang dilakukan lunas, mobil tersebut bisa dijual walaupun harganya turun.

Itu saja boleh dibilang sebuah kerugian, membeli mahal dengan cara mencicil dan ketika ingin dijual harga mobil (produk lainnya) pasti akan menyusut. Karena itu, kalau tidak mau rugi, gunakan barang yang dibeli dengan cara mencicil untuk kegiatan-kegiatan yang mampu menghasilkan uang.

Karena, jika seseorang mencicil sebuah produk (mobil) untuk dipakai keperluan komersil, seperti untuk membuka usaha penyewaan mobil (rental) malah akan sangat menguntungkan. Apalagi bagi para pegawai berpenghasilan tetap, mereka harus cerdas mengatur pemasukan dan pengeluaran uang mereka, tentunya agar kondisi keuangan mereka tetap terjaga.

Kalau tidak, efeknya langsung akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri, karena ada kenaikan tiba-tiba harga cicilan yang harus dibayar tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Makanya tidak heran kalau banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini. Namun, pihak bank dan lembaga keuangan lainnya, ternyata berada di pihak yang benar secara hukum positif.

Karena dalam akad kredit dengan tegas dinyatakan bahwa bank berhak mengubah tingkat suku bunganya tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Kini, umumnya rata-rata tingkat suku bunga konsumtif saat ini ada di kisan 2- 3% per bulan atau 24-36% per tahun. Selain sederet permasalahan tadi, masih banyak implikasi negatif lainnya dari penerapan sistem cicialn dengan.