Berhutang Kini Menjadi Gaya Hidup

Sabtu, 26/10/2013

Zaman sekarang penggunaan kartu kredit untuk berbelanja telah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat kota besar seperti Jakarta. Kalau kita perhatikan, di setiap pusat perbelanjaan penggunaan kartu kredit untuk berbelanja begitu tingga.

Padahal, pada awalnya penggunaan kartu kredit dipakai untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan yang penting dan mendadak. Tetapi, lambat laun penggunaan kartu kredit telah berubah menjadi alat pembayaran sehari-hari, bahkan boleh dibilang melebihi uang kartal.

Ya, kini bukan hanya hal-hal yang sifatnya urgent membuat seseorang menggunakan kartu kredit. Malah untuk kebutuhan pemenuhan kebutuhan sekunder dan tertier.

Baik untuk membeli gadget atau perangkat elektronik penggunaan kartu kredit sangat dominan. Betapa tidak, banyak bank penerbit kartu kredit memberikan program-program promosi. Seperti untuk membeli sebuah hand phone, menggunakan kartu kredit dari sebuah bank cicilannya tanpa dikenakan bunga. Tentu saja, hal itu menjadi magnet yang mampu menarik konsumen secara luar biasa.

Nah, melihat berkembangnya minat masyarakat dalam menggunakan kartu kredit, pada kenyataannyamampu menjadi perhatian tersendiri oleh perusahaan penerbit kartu kredit. Hal ini terlihat dari terus bertambahnya jenis kartu kredit yang diterbitkan, meningkatnya jumlah nasabah, dan melonjaknya jumlah kartu kredit beredar maupun nilai transaksinya dalam enam tahun terakhir.

Pertumbuhan yang signifikan akan kartu kredit menunjukkan bahwa kartu kredit makin diandalkan sebagai alat pengganti uang tunai, bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern di kota-kota besar di Indonesia. Selain itu, pertumbuhan bisnis kartu kredit ini juga ditunjang oleh beragamnya program menarik yang ditawarkan perusahaan penerbit yang terus berinovasi mengikuti kebutuhan nasabah.

Bisa kita lihat bukan kalau berbagai tawaran kartu kredit yang menarik saat sering bertebaran di sejumlah media cetak, elektronik, atau juga melalui layanan SMS. Maka dari itu, kalangan perbankan yang notabene adalah penerbit kartu kredit cukup optimis di masa mendatang bisnis kartu kredit dapat memberikan keuntungan yang signifikan.

Ya, mereka (para pelaku bisnis kartu kredit) memiliki kepercayaan diri mengenai potensi pasar kartu kredit di Indonesia masih cukup besar. Tentu saja, ini akan menjadi peluang bagi mereka untuk terus berlomba memperebutkan pangsa pasar.

Apalagi saat ini, jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia semakin banyak, dimana itu semua disertai kenaikan pendapatan per kapita semua masyarakatnya. Tak herankenapa kartiu kredit kini telah berubah menjadi gaya hidup.

Bahkan terkadang pemilik kartu merasa bangga memiliki kartu kredit dan menggunakannnya ketika berbelanja. Padahal, sesungguhnya apa sih yang ingin dibanggakan, membeli sebuah produk dengan cara berutang. Tetapi begitulah kenyataannya, ada kebanggan tersendiri dengan menggunakan kartu kredit.

Efek langsung yang dirasakan oleh masyarakat peminat cicilan adalah kenaikan tiba-tiba harga cicilan yang harus dibayar tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Ada kasus kenaikan cicilan rumah yang biasanya hanya dua ratus ribu rupiah sebulan tiba-tiba naik menjadi hampir tiga kali lipat yaitu Rp500 ribu sebulan. Kasus ini merupakan salah satu kasus dari ribuan kasus serupa di berbagai pelosok negeri ini. Makanya tidak heran kalau banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini. Namun demikian, pihak kreditur yakni bank dan lembaga keuangan lainnya, ternyata berada di pihak yang benar secara hukum positif. Dalam akad kredit dengan tegas dinyatakan bahwa bank berhak mengubah tingkat suku bunganya tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Implikasinya adalah terjadi kredit macet besar-besaran dalam beberapa bulan ke depan setelah itu, dan bahkan ada yang sampai pada kondisi pengambilalihan kepemilikan oleh bank. Masyarakat peminat cicilan hanya bisa mengeluh tanpa tahu kemana harus meminta perlindungan.

Penggunaan Kartu Kredit

Berhutang Kini Menjadi Gaya Hidup

Zaman sekarang penggunaan kartu kredit untuk berbelanja telah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat kota besar seperti Jakarta. Kalau kita perhatikan, di setiap pusat perbelanjaan penggunaan kartu kredit untuk berbelanja begitu masif.

Padahal, pada awalnya penggunaan kartu kredit dipakai untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan yang penting dan mendadak. Tetapi, lambat laun penggunaan kartu kredit telah berubah menjadi alat pembayaran sehari-hari, bahkan boleh dibilang melebihi uang kartal.

Ya, kini bukan hanya hal-hal yang sifatnya urgent membuat seseorang menggunakan kartu kredit. Malah untuk kebutuhan pemenuhan kebutuhan sekunder dan tertier kartu kredit seringkali digunakan.

Baik untuk membeli gadget atau perangkat elektronik penggunaan kartu kredit sangat dominan. Betapa tidak, banyak bank penerbit kartu kredit memberikan program-program promosi. Seperti untuk membeli sebuah hape, menggunakan kartu kredit dari sebuah bank cicilannya tanpa dikenakan bunga. Tentu saja, hal itu menjadi magnet yang mampu menarik konsumen secara luar biasa.

Nah, melihat berkembangnya minat masyarakat dalam menggunakan kartu kredit, pada kenyataannyamampu menjadi perhatian tersendiri oleh perusahaan penerbit kartu kredit. Hal ini terlihat dari terus bertambahnya jenis kartu kredit yang diterbitkan, meningkatnya jumlah nasabah, dan melonjaknya jumlah kartu kredit beredar maupun nilai transaksinya dalam enam tahun terakhir.

Pertumbuhan yang signifikan akan kartu kredit menunjukkan bahwa kartu kredit makin diandalkan sebagai alat pengganti uang cash, bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern di kota-kota besar di Indonesia. Selain itu, pertumbuhan bisnis kartu kredit ini juga ditunjang oleh beragamnya program menarik yang ditawarkan perusahaan penerbit yang terus berinovasi mengikuti kebutuhan nasabah.

Bisa kita lihat bukan kalau berbagai tawaran kartu kredit yang menarik saat sering bertebaran di sejumlah media cetak, elektronik, media on line, dan juga melalui layanan SMS. Maka dari itu, kalangan perbankan yang notabene adalah penerbit kartu kredit cukup optimis di masa mendatang bisnis kartu kredit dapat memberikan keuntungan yang signifikan.

Ya, mereka (para pelaku bisnis kartu kredit) memiliki kepercayaan diri mengenai potensi pasar kartu kredit di Indonesia masih cukup besar. Tentu saja, ini akan menjadi peluang bagi mereka untuk terus berlomba memperebutkan pangsa pasar.

Apalagi saat ini, jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia semakin banyak, dimana itu semua disertai kenaikan pendapatan per kapita semua masyarakatnya. Tak herankenapa kartiu kredit kini telah berubah menjadi gaya hidup.

Bahkan terkadang pemilik kartu merasa bangga memiliki kartu kredit dan menggunakannnya ketika berbelanja. Padahal, sesungguhnya apa sih yang ingin dibanggakan, membeli sebuah produk dengan cara berutang. Tetapi begitulah kenyataannya, ada kebanggan tersendiri dengan menggunakan kartu kredit.