Sistem Pendidikan Islam Tertua di Indonesia Dilirik Asing

Pontren Dinilai Sebagai Konsep Pendidikan Terbaik

Sabtu, 26/10/2013

NERACA

Pondok Pesantren saat ini menjadi tren baru pendidikan di luar negeri (LN) yang patut dicermati. Potret tersebut dapat dilihat di negara-negara maju, yang sedang tren rame-rame membuka boarding school.

Dalam suatu kesempatan, Wakil Menteri Agama (Wamenag), Prof. Dr. H. Nazaruddin Umar menuturkan, boarding school adalah lembaga utuh menciptakan karakter masa depan bangsa. Salah satu poinnya adalah, boarding school memanfaatkan malam hari sebagai waktu untuk menempa karakter siswa.

“Ternyata internalisasi nilai-nilai karakter itu justru menjanjikan dan memberikan sesuatu yang lebih positif manakala anak-anak seusia itu di-boarding”, lanjut Wamenag.

Ya, dalam sejarahnya, sistem institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia yang lahir dari satu kearifan lokal (local wisdom) Nusantara ini, tidak terlalu mementingkan soal kurikulum dan peran guru di pontren sangat sentral.

Secara umum Ada 3 pokok pendidikan dalam pesantren dan ini merupakan ciri khas pesantren. Pendidikan tersebut adalah Ta’lim, pemberian bekal serta pengajaran dan pengarahan pengetahuan ilmu-ilmu agama, baik berupa ilmu bahasa guna membaca teks/nash dan juga pengajaran ilmu fikih, tafsir wa ulumuh, Hadits ulumuh dan lain-lain. Tarbiyah, berupa pembinaan dan pengarahan bagi pembentukan kepribadian dan sikap mental. Dan yang terakhir adalah Ta’dib, pembinaan intuisi, berupa moral dan estetika guna meningkatkan martabat kemanusiaan.

Tak ayal, dengan sistem pendidikan yang dapat dikatakan telah berkiprah secara signifikan pada zaman-zaman yang dilaluinya, baik sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan ajaran Islam, sebagai lembaga dakwah, maupun sebagai lembaga pemberdayaan dan pengabdian masyarakat, pontren dinilai sebagai konsep pendidikan terbaik.

Akademisi Universitas Sains Malaysia, Dr. H. Abdul Halim Bin H. Ismail Ibnu Syaid Dinaa Albar mengatakan bahwa konsep pendidikan terbaik adalah pesantren. Ada poin penting yang dimiliki psantren, yakni konsep belajar sepanjang masa dengan keberadaan lingkungan institusi yang steril dari hal-hal negatif, seperti gangguan dari keadaan dan kondisi lingkungan daerah setempat serta kebiasaan buruk masyarakat yang dapat mengakibatkan kehancuran pendidikan.

Menurut dia, pendidikan yang tidak berbasis pesantren pada umumnya banyak mengakibatkan rusaknya moral anak bangsa karena kurang pengawasan. Ini terlihat dengan adanya format pendidikan sekolah umum sudah kabur sehingga murid tidak lagi hormat terhadap guru, suka protes guru, surau dan masjid sudah kosong.

"Murid yang dididik dalam pesantren tidak ada gangguan dari orang luar, karena orang luar bisa saja membawa sesuatu yang buruk terhadap murid," kata dia.

Poin penting dari konsep pendidikan pesantren selanjutnya menurut dia adalah pengelolaan keuangan yang cukup baik sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar.

“Pesantren juga memiliki pengelolaan struktur organisasi yang baik sehingga menciptakan suasana lingkungan belajar mengajar yang kondusif,” tambah dia