Sistem Pendidikan Islam Tertua di Indonesia Dilirik Asing - Pontren Dinilai Sebagai Konsep Pendidikan Terbaik

NERACA

Pondok Pesantren saat ini menjadi tren baru pendidikan di luar negeri (LN) yang patut dicermati. Potret tersebut dapat dilihat di negara-negara maju, yang sedang tren rame-rame membuka boarding school.

Dalam suatu kesempatan, Wakil Menteri Agama (Wamenag), Prof. Dr. H. Nazaruddin Umar menuturkan, boarding school adalah lembaga utuh menciptakan karakter masa depan bangsa. Salah satu poinnya adalah, boarding school memanfaatkan malam hari sebagai waktu untuk menempa karakter siswa.

“Ternyata internalisasi nilai-nilai karakter itu justru menjanjikan dan memberikan sesuatu yang lebih positif manakala anak-anak seusia itu di-boarding”, lanjut Wamenag.

Ya, dalam sejarahnya, sistem institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia yang lahir dari satu kearifan lokal (local wisdom) Nusantara ini, tidak terlalu mementingkan soal kurikulum dan peran guru di pontren sangat sentral.

Secara umum Ada 3 pokok pendidikan dalam pesantren dan ini merupakan ciri khas pesantren. Pendidikan tersebut adalah Ta’lim, pemberian bekal serta pengajaran dan pengarahan pengetahuan ilmu-ilmu agama, baik berupa ilmu bahasa guna membaca teks/nash dan juga pengajaran ilmu fikih, tafsir wa ulumuh, Hadits ulumuh dan lain-lain. Tarbiyah, berupa pembinaan dan pengarahan bagi pembentukan kepribadian dan sikap mental. Dan yang terakhir adalah Ta’dib, pembinaan intuisi, berupa moral dan estetika guna meningkatkan martabat kemanusiaan.

Tak ayal, dengan sistem pendidikan yang dapat dikatakan telah berkiprah secara signifikan pada zaman-zaman yang dilaluinya, baik sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan ajaran Islam, sebagai lembaga dakwah, maupun sebagai lembaga pemberdayaan dan pengabdian masyarakat, pontren dinilai sebagai konsep pendidikan terbaik.

Akademisi Universitas Sains Malaysia, Dr. H. Abdul Halim Bin H. Ismail Ibnu Syaid Dinaa Albar mengatakan bahwa konsep pendidikan terbaik adalah pesantren. Ada poin penting yang dimiliki psantren, yakni konsep belajar sepanjang masa dengan keberadaan lingkungan institusi yang steril dari hal-hal negatif, seperti gangguan dari keadaan dan kondisi lingkungan daerah setempat serta kebiasaan buruk masyarakat yang dapat mengakibatkan kehancuran pendidikan.

Menurut dia, pendidikan yang tidak berbasis pesantren pada umumnya banyak mengakibatkan rusaknya moral anak bangsa karena kurang pengawasan. Ini terlihat dengan adanya format pendidikan sekolah umum sudah kabur sehingga murid tidak lagi hormat terhadap guru, suka protes guru, surau dan masjid sudah kosong.

"Murid yang dididik dalam pesantren tidak ada gangguan dari orang luar, karena orang luar bisa saja membawa sesuatu yang buruk terhadap murid," kata dia.

Poin penting dari konsep pendidikan pesantren selanjutnya menurut dia adalah pengelolaan keuangan yang cukup baik sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar.

“Pesantren juga memiliki pengelolaan struktur organisasi yang baik sehingga menciptakan suasana lingkungan belajar mengajar yang kondusif,” tambah dia

BERITA TERKAIT

Perekonomian Indonesia Tumbuh di Tengah Krisis Ekonomi Global

  Oleh: Rizal Arifin, Pemerhati Ekonomi Pembangunan   Kritik oposisi terhadap Pemerintah terkait target pertumbuhan ekonomi dibawah 6 persen mejadi…

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat NERACA Jakarta - Founder sekaligus CEO dari aplikasi OY! Indonesia, Jesayas Ferdinandus…

GRUP GARUDA INDONESIA TURUNKAN TARIF TIKET 20% - AKR Masuk Jadi Pesaing Avtur Pertamina

Jakarta-Merespon imbauan Presiden Jokowi sebelumnya, maskapai grup Garuda Indonesia akhirnya menurunkan harga tiket pesawat terhitung mulai kemarin (14/2). Sementara itu,…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Peran Ibu Tak Akan Tergantikan dengan Teknologi

    Peranan ibu dalam mendidik anak tidak dapat digantikan oleh kemajuan teknologi seperti pada era digital saat ini, kata…

Pendidikan untuk Si Kecil di Era Teknologi

      Pada era millenial seperti saat ini, teknologi digital menjadi realitas zaman yang tidak dapat dihindari. Seiring perkembangan…

Mengapa Anak Usia 7 Tahun Ideal Masuk SD

    Selain kemampuan intelektual, kesiapan mental anak juga harus dipertimbangkan dalam aktivitas kegiatan belajar di jenjang pendidikan Sekolah Dasar…