BRI Targetkan Raup Laba Bersih Rp20 Triliun di 2013 - Prioritaskan UMKM

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menargetkan laba bersih sebesar Rp20 triliun di akhir tahun ini, atau meningkat 51% dibandingkan pencapaian satu tahun sebelumnya senilai Rp13,173 triliun. "Dengan posisi laba bersih sampai dengan triwulan ketiga sebesar 15,2 triliun, harapannya laba bisa mencapai sekitar Rp20 triliun hinga akhir tahun ini," ujar Direktur Keuangan BRI, Ahmad Baiquni di Jakarta, Rabu (23/10).

Dia mengemukakan bahwa target perseroan itu sudah memperhitungkan terhadap kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI), inflasi serta faktor-faktor ekonomi lainnya. "Kenaikan suku bunga memang akan berdampak, kita akan menyesuaikan namun perseroan juga melihat dampak terhadap rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL)," katanya.

Baiquni menambahkan BRI tetap akan memprioritaskan pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Terkait kinerja keuangan, laba bersih BRI pada triwulan III 2013 meningkat 17,01% menjadi Rp15,2 triliun dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Pencapaian laba bersih merupakan hal positif di tengah kondisi makro ekonomi global dan domestik yang kurang kondusif yang tercermin pada tren kenaikan suku bunga dan inflasi," ujarnya.

Menurut dia, solidnya kinerja BRI itu juga terlihat dari pencapaian pendapatan bunga bersih sebesar Rp30,30 triliun atau naik 16,6%. Peningkatan itu juga tampak dari net interest margin (NIM) BRI sebesar 8,25% di triwulan III 2013, meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar 8,08%.

"Capaian tersebut, terutama bersumber dari pengelolaan aktiva produktif, yang menghasilkan peningkatan pendapatan bunga dan pengelolaan liabilitas agar biaya dana tetap terjaga," tambah Baiquni.

Dia menambahkan transformasi bisnis BRI yang dilakukan dalam dua tahun terakhir berhasil meletakkan fundamental bisnis yang kokoh, terlihat dari pertumbuhan kredit BRI yang naik 29,96% secara year on year, dengan tetap menjaga NPL yang rendah sebesar 0,43% (nett).

Lerbih lanjut Baiquni mengatakan, kredit mikro BRI tumbuh 26,86% menjadi Rp128,22 triliun pada triwulan III tahun ini dibanding periode sama tahun sebelumnya yang Rp101,1 triliun. "Pertumbuhan kredit mikro tidak hanya menghasilkan peningkatan 'outstanding' pinjaman, tetapi juga menghasilkan peningkatan jumlah debitur. Hingga akhir September 2013, tercatat jumlah debitur mikro BRI mencapai 6,1 juta orang," tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kena Dampak Covid 19, AAJI Minta Diizinkan Jual PAYDI Secara Online

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengizinkan Produk Asuransi…

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…