Analis: Rupiah bantu IHSG Menguat

Ditengah pelemahan bursa saham Asia, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (23/10) justru menguat setelah adanya apresiasi nilai tukar Rupiah dan kembalinya asing mencatatkan nett buy memberikan sentimen positif. Informasi ini disampaikan Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada dalam informasinya yang diterima Neraca (23/10).

Dengan adanya penguatan ditengah pelemahan bursa regional, dia memprediksi pada perdagangan Kamis (24/10) indeks akan berada pada support 4500-4520 dan resistance 4577-4615. Pada perdagangan Rabu (23/10) IHSG ditutup menguat 33,76 poin (0,75%) ke posisi 4.546,49 intraday terendah 4.530,13 dan tertinggi 4.609,10 atau menguat 0,7% atau 33,7 poin menjadi 4.546,49 dengan investor asing mengalami net buy Rp984 miliar.

Volume perdagangan mencapai 5,7 miliar saham senilai Rp7,1 triliun. Penguatan seiring 169 saham walaupun 80 saham melemah dan 95 saham tidak mengalami perubahan. IHSG sempat menembus level 4.600 dengan menyentuh level tertinggi di 4.609,1. Namun akhirnya memantul kebawah dan berada di kisaran 4.550. Level terendah hari ini di 4.530,13.

Berdasarkan analisanya, pergerakan indeks akan berpola menyerupai shooting star mendekati upper bollinger bands (UBB). MACD kembali naik dengan histogram positif yang mendatar. “Kenaikan IHSG ditopang volume dan nilai perdagangan serta tidak adanya gap yang terbentuk”, ujarnya.

Namun, dia mengingatkan walaupun indeks memiliki potensi kenaikan terkadang adanya aksi profit taking dapat menghambat kenaikan tersebut. Diharapkan tren kenaikan jangka pendek IHSG tidak terpatahkan jika aksi ini dilakukan.

Beberapa saham dapat dipertimbangkan adalah KLBF trading buy selama up1340, ASII trading buy selama up6650, PTPP trading buy selama up1200, ADHI Spt1910-1950 Rst1990-2010, BSDE trading buy selama up1600, BMRI trading buy selama up8400, CTRA trading buy selama up1020, BBCA trading sell jika 10450 gagal bertahan, RALS trading buy selama up 1360. (nurul)

Related posts