Baramulti Klaim Serap Dana IPO 92,3%

Kamis, 24/10/2013

NERACA

Jakarta- PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) hingga akhir September 2013 telah menyerap 92,3% dana dari hasil penawaran umum (IPO) atau sebesar Rp455,03 miliar. Selain belanja modal, dana tersebut digunakan perseroan untuk pelunasan utang kepada pihak kreditur. “Untuk pelunasan utang ke Bank CIMB Niaga sebesar Rp174,24 miliar, dan belanja modal sebesar Rp10,88 miliar,” kata Direktur Keuangan BSSR, Eric Rahardja dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (23/10).

Selain itu, menurut dia, pihaknya juga melakukan penyertaan ke entitas anak sebesar Rp235,88 miliar, dan modal kerja Rp34,02 miliar. Saat ini, kata dia, sisa hasil IPO perseroan sebesar Rp37,91 miliar yang disimpan dalam bentuk deposito dan rekening bank pada Bank BNI dan Bank CIMB Niaga.

Seperti diketahui, melalui penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO), perseroan meraih dana segar sebesar Rp492,95 miliar setelah dikurangi oleh biaya-biaya emisi. Rencananya semula, dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk pelunasan utang kepada Bank CIMB Niaga sebesar Rp165,63 miliar (33,60%), belanja modal Rp49,78 miliar (10,10%), penyertaan ke entitas anak usaha sebesar Rp236,12 miliar (47,90%), dan untuk modal kerja sebesar Rp41,41 miliar (8,40%).

Sementara dalam pengembangan bisnisnya, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan ini melalui anak usahanya PT Antang Gunung Meratus, sebelumnya mengaku melakukan pembelian aset kanal senilai US$50 Juta dari PT Baramulti Sugih Sentosa. Hal tersebut dilakukan perseroan pada 22 Maret 2013. “Transaksi pengambilalihan aset kanal berupa tanah dan infrastruktur dapat memperlancar transportasi batu bara dalam menunjang kegiatan usaha utama perseroan.”kata Sekretaris Perusahaan PT Baramulti Sukses Sarana Tbk, Geroad Jusuf.

Pengambilalihan aset kanal tersebut, menurut dia, juga akan mendukung rencana anak usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi batu bara dan memperbaiki keuntungan anak usaha. Dalam pengambilalihan aset ini disebutkan, anak usaha perseroan melakukan perjumpaan (set-off) piutang kepada PT Baramulti Sugih Sentosa senilai US$10 juta.

Untuk kegiatan eksplorasi yang dilakukan perseroan pada September 2013, pihak manajemen mengaku kegiatan eksplorasi masih dikonsentrasikan di area Bara 3 yang merupakan blok paling barat konsesi di wilayah Kalimantan kegiatan eksplorasi yang dilakukan perseroan tersebut berupa lanjutan kegiatan pemboran stratigrafi dan pemboran detail (Infill Drilling).

Metode pemboran yang dilakukan adalah vertical drilling dengan menggunakan dua unit Jacro-175 dengan diameter lubang berukuran N (76.00 mm). Sistem pemboran adalah touch coring dan full coring, dan semua titik bor dilakukan pengukuran geophysical logging. Secara year to date, perseroan telah merealisasikan biaya eksplorasi sebesar Rp1,2 miliar dari anggaran Rp1,02 miliar. (lia)