Saham PP Properti Dipasarkan Tahun Depan

Resmi Spin Off

Kamis, 24/10/2013

NERACA

Jakarta- Setelah resmi melakukan spin off, anak usaha PT Pembangunan Perumahan (PTPP), yaitu PP Properti akan melantai di bursa efek pada tahun depan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kinerja perusahaan di sektor properti yang tengah menggarap proyek besar.

Direktur Keuangan PTPP, Tumiyana mengatakan, pelaksanaan IPO anak usahanya diperkirakan akan dilaksanakan pada kuartal keempat 2014. Rencananya, perusahaan akan menawarkan sekitar 30-35% saham ke publik. “Akhir tahun depan pas setahunnya perusahaan (PP Properti). Rencana yang dilepas 30%-35% saham perusahaan.” katanya di Jakarta, Rabu (22/10).

Menurut dia, pelaksanaan IPO tersebut untuk mendukung kinerja PP Properti ke depan. Terlebih dengan adanya beberapa proyek besar yang digarap perusahaan, antara lain Grand Kamala Lagoon, Bekasi, Grand Sungkono Lagoon Surabaya, dan proyek apartemen Gunung Putri, Bogor. Untuk Grand Kamala Lagoon, kata dia, dibutuhkan investasi Rp 11 triliun. Sementara Grand Sungkono Lagoon Surabaya, membutuhkan dana sebesar Rp 5 triliun, dan proyek apartemen Gunung Putri, Bogor sebesar Rp 750 miliar, serta beberapa proyek lainnya.

Dengan adanya sejumlah proyek tersebut, kata dia, pihaknya menargetkan PP Properti dapat mencapai penjualan properti rata-rata Rp 1,9 triliun per tahun. “Dalam sepuluh tahun ke depan, kontribusi laba ke induk perusahaan akan mencapai 20% - 25%.” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah spin off, anak usahanya tersebut akan mendapatkan ekuitas berupa modal usaha sebesar Rp1,007 triliun dan total liabilitas sebesar Rp244,1 miliar. Pihaknya mencatat, dengan spin off, perseroan mengalihkan Rp1,2 triliun, dan kemudian akan mendapatkan tambahan lagi sebesar Rp600 miliar dari sisa obligasi dan ekuitas. “Penyertaan modal tambahan yang sebesar Rp600 miliar didapat dari sisa obligasi PUB.” ucapnya.

Jadi, sambung dia, jika ditotal maka aset yang akan diserahkan PTPP kepada PP Properti mencapai Rp1,8 triliun. “PTPP menargetkan dapat meraih pendapatan Rp500 miliar dari PP Properti dengan laba bersih mencapai Rp100 miliar hingga akhir tahun ini,” ucapnya.

Sementara untuk kontrak baru yang dikantongi PTPP sendiri dalam tiga bulan terakhir ini, pihaknya menghitung telah mencapai Rp13,1 triliun dari sejumlah proyek, antara lain Gedung Peruri Karawang, Jalan Long Belulah - Long Peso di Kalimantan Utara, Politeknik Elektro Surabaya, dan Jalan Donggi di Sulawesi Tengah.“Sementara total order book sampai saat ini sebesar Rp 28,14 triliun dari prognosa order order book akhir tahun 2013 sebesar Rp 36,87 triliun. Itu artinya realisasi order book sampai September 2013 sebesar 76,32%.” kata Direktur Utama PTPP, Bambang Triwibowo.

Sekadar informasi, hingga akhir tahun ini perseroan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menargetkan kontrak baru sebesar Rp 19,7 triliun. Sejumlah proyek besar yang diraih perseroan antara lain Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra-Cilegon, Apartemen Nifaro, St Moritz, The Kencana, Jalan Tol Cikampek-Palimanan, Tunjungan Plaza V Surabaya, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dan Rel kereta api di daerah Sumatera Selatan oleh PT KAI.

Selain itu, perseroan juga mendapatkan kontrak untuk mengerjakan proyek Infrastructure PLTU 300 MW Sarulla di Sumatera Utara, Apartemen Intermark Banten serta proyek EPC PLTGU Tanjung Uncang 120 MW, PLTG 160 MW Bangkanai dan CNG Muara Tawar. (lia)