Saatnya Investor Lokal Kembangkan Usaha - Birokrasi dan Infrastruktur Hambat Penanaman Modal Asing

NERACA

Jakarta – Banyak kalangan yang menilai bahwa investor asing sudah tidak tertarik lagi investasikan dananya di Indonesia, karena memang problematika yang seabrek seperti permasalahan birokrasi suap yang tinggi, administrasi yang berbelit, ditambah lagi infrastruktur yang tidak menunjang.

“Memang permasalahan yang terjadi di Indonesia sangat kompleks maka dari itu banyak investor asing yang enggan untuk investasi lagi di Indonesia. Kondisi ini harusnya dijadikan sisi positif bagi investor lokal untuk bisa tampil dan mengembangkan usahanya di negeri sendiri,” kata Handito Joewono, Ketua Komite Tetap Peningkatan Penggunaan Produksi dalam Negeri (P3DN), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Rabu (23/10).

Ditambah lagi tahun 2014 besok akan ada hajat besar pertarungan demokrasi politik nasional, dimana adanya regulasi pergantian kepemimpinan, Sehingga banyak investor asing yang enggan lagi investasi di Indonesia.

“Adanya pemilu tahun depan tentu saja, akan meruabah paradigma para investor asing dalam menggelontorkan dananya ke Indonesia, pasti mereka akan menunda investasinya samapi menunggu Indonesia di rasa aman. Disinilah merupakan waktu yang tepat bagi investor lokal untuk mengembangkannya. Karena bisa dikatakan dengan penundaan dana yang masuk menjadikan tahun keemasan bagi investor lokal mengembangkan usahanya,” imbuhnya.

Karena memang, Handito menjelaskan, bicara masalah kemampuan saya rasa pengusaha indonesia sudah mampu untuk performance dengan catatan ada suporrting lebih dari pemerintah. “Bicara kemampuan saya yakin pengusaha Indonesia mampu,” jelasnya.

Lebih jauh lagi Handito menjelasakan, memang untuk bisa tampil ada beberapa hal yang harus dibenahi pertama terkait dengan pendanaan, pengembangan tekhnologi, dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, ditambah lagi infrastruktur yang memadai “Jika itu semua terpenuhi, negara kita tidak butuh lagi investor asing,” tandasnya.

Maka dari itu, sambung Handito, tugas pemerintah saat ini adalah memberikan dorongan kepada bank-bank nasional untuk dapat menyalurkan kreditnya kepada pengusaha lokal. “Masalah yang krusaial dalam dunia usaha itu kan pendanaan, sudah menjadi tugas pemerintah untuk mendorong bank-bank nasional agar mau memberikan dan kemudahan kredit bagi pengusaha lokal,” pungkasnya.

Optimalisasi Investasi

Setahun kedepan kita akan menghadapi Asean Economic Community (AEC) dan Free Trade Agreement (FTA). Untuk menghadapi itu semua harus ada penggkaji yang lebih mendalam apa saja hambatannya untuk dicari permasalahannya dan apa saja potensi yang masih belum digali untuk diberdayakan.

“Sejauh ini masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, maka dari itu kita harus bisa mengoptimalisasikan investasi baik asing maupun lokal guna peningkatan ekspor ditahun-tahun mendatang,” kata Chris Kanter, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan dan Hubungan International.

Harapannya, menurut Chris, kedepan kita bisa memberdayakan investor lokal yang punya peran dalam industri nasional. Caranya dengan adanya suatu kerjasama antara ke semua lini peningkatan perdagangan nasional, bukan hanya dipusat saja, tapi untuk investasi daerah untuk mengembangkan daerah. Karena memang selama ini ada kesenjangan antara pusat dan daerah, makanya perlu adanya komunikasi agar pusat dan daerah bisa serarah.

“Kedepan keinginan kami pengusaha nasional sudah tidak lagi dimanfaatk oleh asing. Dan melihat kondisi sekarang, Indonesia sudah mampu berdiri sendiri,” terangnya.

Related posts