Fitra: Pengadaan Alkes Pemkot Tangsel Janggal

NERACA

Jakarta - Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) telah menyelidiki dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2010-2012 di Tangerang Selatan. Ada aroma tidak sedap di balik proyek itu yang diduga melibatkan suami sang wali kota Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaeri Wardana.

Direktur Investigasi Dan Advokasi Forum Indonesia untuk Tranparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi mengatakan pengadaan alat kesehatan di Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) penuh dengan kejanggalan. Hal itu bisa dilihat dari proses lelang yang dimenangkan oleh perusahaan yang justru melakukan menawar dengan harga tinggi. Contohnya, dalam pengadaan alat-alat kedokteran umum, dimana (Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp2.931.122.000 dan dimenangkan oleh PT Marbago Duta Persada yang beralamat Taman Widya Asri Blok GG No.14 Serang dengan nilai sebesar Rp2.870.763.000.

"Padahal Penawaran yang diberikan pemenang lelang ini terlalu mahal dan tinggi," kata dia saat dihubungi Neraca di Jakarta, Rabu (23/10). Menurut Uchok, ada penawaran yang murah dan rendah seperti PT Palugada Mandiri sebesar Rp2,1 miliar; PT Dini Usaha Mandiri sebesar Rp2,6 miliar; dan PT Adca Mandiri sebesar Rp2,864 miliar."Tetapi mereka dikalahkan oleh Pemkot Tangsel," tambah dia.

Selain itu, lanjut dia, ada pengadaan alat-alat kedokteran mata sebesar Rp7.345.021.000 yang dinilai Uchok sangat boros sekali. Kemudian, Uchok mengungkapkan pada proyek pengadaan alat kesehatan Penunjang Puskesmas yang HPSnya sebesar Rp10.473.758.000 ini juga sama anehnya. Dimana, lelang ini dimenangkan oleh PT Mikkindo Adiguna Pratama yang beralamat Link. Kebaharan RT.002/008 Kel. Lopang Serang. Dengan nilai penawarannya sebesar Rp10.310.388,000.

“Padahal, ada perusahaan yang penawaran rendah dan murah seperti, PT Palugada Mandiri sebesar Rp7,7 miliar, PT Dini Usaha Mandiri sebesar Rp8,6 miliar; PT.Margabo Duta Persada sebesar Rp10,2 miliar, tetapi mereka pun dikalahkan,” tegas Uchok.

Kemudian, Uchok menjelaskan ada juga pengadaan alat kesehatan Kedokteran Umum Puskesmas sebesar Rp23.523.185.000. Dan pemenang lelang ini adalah PTMikkindo Adiguna Pratama, Link. Kebaharan Rt.002/008 Kel. Lopang Serang, dengan penawaran sebesar Rp23.109.210.000.

“Padahal ada perusahaan penawaran yang murah dan rendah tapi dikalahkan seperti PT Palugada Mandiri sebesar Rp17,2 miliar, PT Dini Usaha Mandiri sebesar Rp20,5 miliar,” ujar dia.

Atas gambaran tersebut, Uchok berpendapat lelang Alkes di pemerintah Tangsel bukan merupakan kompetisi yang sehat. "Dan lebih diatur untuk memenangkan perusahaan tertentu. Sehingga, lelang ini hanya formalitas saja, karena pemenang sudah ditentukan," ungkap dia.

Oleh karena itu, Uchok menyarankan agar aparat penegak hukum dalam hal ini KPK) bisa fokus melakukan penyelidikan pada proses lelang tersebut.

Aneh

Sementara itu, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Firdaus Ilyas menambahkan, profil ketiga perusahaan pemenang tender itu juga tergolong aneh. Sebelumnya mereka menangani proyek-proyek konstruksi, namun tiba-tiba menang juga proyek kesehatan. "Artinya, kalau bicara syarat performa, bermasalah. Tapi kenapa dimenangkan dan berkali-kali?" kata dia.

Dia menuturkan bahwa pihaknya pun mengimbau agar masyarakat melaporkan bila pelayanan kesehatannya di Tangerang Selatan terganggu. Ini bisa masuk jadi salah satu poin dalam penghitungan kerugian negara.

“Dalam data ICW sebelumnya, ada sedikitnya 24 perusahaan yang terafiliasi dengan dinasti politik Ratu Atut Chosiyah. Mereka semua 'bermain' dengan proyek-proyek pemerintah. Khusus di Tangsel, proyek Wawan dikabarkan semakin menggurita, terutama setelah istrinya, Airin, terpilih jadi wali kota,” jelas firdaus.

Sedangkan Juru bicara KPK Johan Budi memastikan kasus ini sudah dalam tahap penyelidikan. Tim KPK melakukan permintaan data di kantor Dinas Kesehatan Tangsel. Airin juga hadir dalam proses tersebut.

“KPK membuka penyelidikan kasus baru yang berkaitan dengan pengadaan Alkes Pemkot Tangsel. Beberapa penyidik KPK sudah melakukan pengeledahan dan memintai keterangan dinas Kesehatan Pemkot Tangsel,” jelas dia.

Berdasarkan laporan BPK, KPK lalu mengendus ada dugaan penyimpangan dalam proses tender proyek pengadaan alat kesehatan. Terutama proyek alat-alat kedokteran umum yang dimenangkan oleh PT Marbago Duta Persada dengan nilai sebesar Rp2.870.763.000, pengadaan alat kesehatan penunjang Puskesmas yang dimenangkan oleh PT Mikkindo Adiguna Pratama senilai Rp10.310.388.000 dan pengadaan alat kesehatan kedokteran umum Puskesmas sebesar Rp23.523.185.000 yang juga dimenangkan oleh PT Mikkindo Adiguna Pratama. [mohar]

BERITA TERKAIT

Genjot Belanja APBN Alkes Dalam Negeri - Tekan Kebutuhan Impor Alkes

NERACA Jakarta - Ketergantungan Indonesia pada alat kesehatan (alkes) impor masih relatif tinggi. Berdasarkan data izin edar yang diterbitkan oleh…

Pemkot Palembang Salurkan Bantuan Modal 1.000 UMKM

Pemkot Palembang Salurkan Bantuan Modal 1.000 UMKM NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengucurkan bantuan modal kepada 1.000 usaha…

Pemkot Bekasi Himpun Investasi 2017 Rp7,8 Triliun

Pemkot Bekasi Himpun Investasi 2017 Rp7,8 Triliun NERACA Bekasi - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…