Efek Syariah Dongkrak Investor Lokal

NERACA

Jakarta – Sejak diberikan label syariah pada beberapa efek di pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui jumlah investor meningkat. Hal ini karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan sebelumnya, banyak kalangan Islam menganggap investasi di pasar modal haram.

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Resiko BEI Adikin Basirun menyebutkan demikian. Namun untuk jumlah peningkatannya, dia mengaku tidak memiliki data pastinya. Meski demikian, dia mengaku bahwa target pihak BEI untuk menjaring investor domestik khususnya ritel terbantu dengan diberikannya label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk efek tertentu yang ada di pasar modal.“Kami memahami mayoritas penduduk Indonesia beraga Islam dan sebagian menganggap trading di pasar modal adalah haram. Namun setelah MUI memberikan fatwa untuk memberi label syariah bagi efek yang memenuhi syarat, jumlah investor domestik bertambah walau belum sesuai target”, ujar dia di Jakarta, Rabu (23/10).

Dia menambahkan bahwa selain memberikan label syariah, adanya online syariah juga membantu bagi investor untuk bertransaksi efek syariah tanpa harus memilah-milah efek lagi. “Tentu saja ini memberikan kemudahan bagi investor yang ingin berinvestasi di pasar modal dengan saham syariah dan secara online”, ujarnya.

Namun adanya efek syariah tersebut yang masih cukup muda yaitu baru 2 tahun, membuat pihak otoritas bursa terus berusaha menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya di daerah. Dia menambahkan bahwa masyarakat belum banyak yang mengetahui adanya efek syariah ini.

Selain terjadi peningkatan investor dengan adanya efek syariah ini, dia juga menyebutkan bahwa peningkatan terlihat pada antusias para broker yang melayani efek syariah di pasar modal. Peningkatan dan kemajuan ini harus dikembangkan tidak hanya oleh pihak otoritas bursa, tetapi juga semua pihak.“Pengembangannya bisa melalui sosialisasi dengan ulama di daerah, sehingga ada perubahan paradigma tentang bursa saham yang tadinya dinilai sebagian besar masyarakat haram jadi menerima dan mau berinvestasi di sini”, jelasnya.

BEI sendiri menjalin kerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menggelar roadshow Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) yang ditujukan bagi siapa saja yang berminat memahami lebih jauh soal pasar modal syariah. (nurul)

BERITA TERKAIT

Berkah Melek Digital, Cuan Bisnis Kuliner Makin Berlipat

Ibu haji Abay, (65) masih disibukkan dengan pesanan pecak bandengnya oleh para pelanggan setianya yang sudah menunggu untuk makan siang.…

Dibandrol Mulai Rp 1 Miliar - Kota Modern Pasarkan Kavling Siap Bangun

Perumahan skala kota (township) Kota Modern yang dikembangkan PT Modernland Realty Tbk. di Kota Tangerang, memasarkan kavling siap bangun di…

Ditopang Layanan Penundaan Kapal - Jasa Armada Bukukan Untung Rp 90 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) berhasil membukukan laba bersih Rp90 miliar atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ancaman Covid-19 - Reksa Dana Terproteksi Marak Diterbitkan

NERACA Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal saham lesu, namun minat penerbitan produk investasi di pasar masih ramai. Berdasarkan siaran…

Jaga Stabilitas Harga Sahan - Telkom Buyback Saham Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Melaksanakan anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan stabilisasi harga saham…

Dukung Physical Distancing - Sisternet-Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

NERACA Jakarta - Mewabahnya COVID-19 di Indonesia tidak menghalangi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet untuk terus melanjutkan…