SIF Hadirkan Tenaga Medis Profesional - Transfer Keterampilan dan Pengetahuan Yang Berkelanjutan

Indonesia merupakan salah satu populasi yang mengalami penuaan tercepat di dunia. Untuk menciptakan kesadaran yang lebih besar pada gangguan kejiwaan dan psikologis karena usia tua pada seluruh lapisan masyarakat, SIF transfer keterampilan dan pengetahuan yang memungkinkan para tenaga kesehatan profesional Indonesia jadi agen perubahan

NERACA

Dengan dukungan dari tenaga profesional kesehatan mental terlatih, warga lansia di Lawang, Jawa Timur kini mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang terkait dengan masalah kesehatan mental lansia, sepertidementiadan depresi.

Keberhasilan ini merupakan hasil kemitraan empat tahun yang sukses antara Singapore International Foundation (SIF) dan Rumah Sakit JiwaDR. Radjiman Wediodiningrat Lawang yang menghadirkan tenaga-tenaga medis dari Singapura dan Indonesia bersama-sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis psikogeriatrik bagi warga lansia di Indonesia dengan berbagi keterampilan, pengetahuan, dan sumber daya.

Kemitraan ini juga memungkinkan para tenaga kesehatan profesional Indonesia untuk menjadi agen perubahan yang mengesankan bagi diri mereka sendiri – memperjuangkan kebutuhan untuk menciptakan kesadaran yang lebih besar pada gangguan kejiwaan dan psikologis karena usia tua, pada seluruh lapisan masyarakat.

Diperkirakan bahwa akan ada 69,4 juta warga lansia di Indonesia pada tahun 2025 - tiga juta di antaranya diperkirakan akan menderitadementia. Indonesia merupakan salah satu populasi yang mengalami penuaan tercepat di dunia dan sebuah lonjakan yang diantisipasi dalam masalah kesehatan mental lansia, tujuan dari Proyek Spesialis SIF (Geriatric Psychiatry Berbasis Masyarakat) yaitu untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tenaga profesional Indonesia yang menyediakan perawatan untuk kesejahteraan mental pasien lansia.

Dr Yuniar Sunarko, M.D., Psikiater, Departemen Layanan Psikogeriatrik di RS Jiwa Lawang Menjelaskan bahwa masih terdapat stigma sosial yang kuat terkait dengan usia tua – bahwa Anda ditakdirkan untuk mengalami kondisi kesehatan mental, misalnya dementia, yang tidak dapat disembuhkan dengan cepat dan mengarah pada kualitas hidup yang buruk. Selain itu, sistem kesehatan kita saat ini tidak menekankan pada program yang mencegah dan mengobati gangguan mental bagi warga lansia.

“Ketika kami memulai kemitraan dengan SIF pada tahun 2008, saya sangat senang menyambut relawan Singapura yang datang untuk berbagi pengalaman mereka dalam sektor psikogeriatri Singapura dengan kami," kata Yuniar.

Dari 2008-2012, tim multi-disiplin relawan spesialis Singapura yang terdiri dari psikolog, geriatrician, terapis okupasi, perawat dan pekerja sosial bekerja bersama rekan-rekan Indonesia mereka untuk mengembangkan kerangka kerja untuk keperawatan psikogeriatrik di Rumah Sakit Jiwa Lawang, sehingga memungkinkan rumah sakit untuk memenuhi tuntutan populasi lansia di Indonesia yang semakin meningkat.

Singapore International Volunteers (SIV) yang dipimpin oleh Dr Ng Li Ling, Konsultan Psikiatri Senior dari Rumah Sakit Umum Changi Singapura melakukan sesi pelatihan enam minggu yang panjang, yang berfokus pada topik mulai dari pemahaman kebutuhan keperawatan pasiendementia, pengembangan rencana perawatan untuk kaum lansia, mempromosikan rehabilitasi dan kesejahteraan pada kaum lansia hingga manajemen perilaku menantang pada pasiendementia.

Sejak program ini diselesaikan, banyak hasil positif yang muncul. Dilengkapi dengan pengetahuan baru, para peserta kini dapat mengembangkan rencana pengobatan psikogeriatrik jangka menengah dan panjang untuk pasien lansia dengan gangguan mental. Selain itu, 80% dari peserta pelatihan kini secara rutin berbagi pengetahuan mereka kepada rekan-rekan medis lainnya di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan. Hal ini menunjukkan esensi dari SIF "train the trainer" model transfer keterampilan dan pengetahuan yang berkelanjutan.

Dan efekcascadepada transfer pengetahuan dari relawan Singapura ini bahkan kini menjangkau lebih luas lagi. Kredibilitas dan posisi RS Jiwa Lawang di masyarakat juga berdampak positif, sebagai akibat dari peningkatan pengetahuan dan kemampuan. Rumah sakit mampu memperluas layanan ketika kekuatan staf keperawatan meningkat dari 2-11. Jumlah kasus dementia yang dirujuk oleh Puskesmas ke rumah sakit semakin meningkat.

Singapore International Foundation (SIF) telah membangun persahabatan yang erat dengan masyarakat Indonesia sejak tahun 1992. Pada tahun ke-22 kehadirannya di negara ini, SIF telah menjalin kemitraan dengan hampir 50 organisasi pemerintah, kelembagaan, dan masyarakat dan telah mengirimkan hampir 700 relawan dari Singapura untuk bekerja bersama rekan-rekan mereka dalam proyek-proyek pengembangan masyarakat.

BERITA TERKAIT

Program FTLC Hadir di Universitas Airlangga - Ciptakan Tenaga Handal Bursa Komoditi

NERACA Surabaya – Masih rendahnya penetrasi investasi masyarakat di perdagangan bursa berjangka tidak bisa lepas dari minimnya jumlah tenaga pialang…

Pansus Tenaga Kerja Asing Belum Mendesak - Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo

NERACA   Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR terkait dengan tenaga…

Eksplorasi dan Eksploitasi

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo   Kalau kita masih ingat bahwa 22 April…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tingkatkan Ekonomi Pedesaan di Pandeglang - XL Edukasi Pemanfaatan Internet dan Medsos

Komitmen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dalam membantu pemerintah dalam menyiapkan masyarakat memasuki era ekonomi digital, kembali ditunjukkan lewat…

Pacu Minat Baca Masyarakat - Bhimasena Donasikan 2.160 Paket Buku di 15 Perpusdes

Menyadari masih rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, mendorong PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang proyek pembangkit listrik tenaga uap…

Sinergi Pemanfaatan Dana CSR - Pelaku Usaha di Batam Sepakat Lakukan Penghijauan

Menjadi kawasan ekonomi khusus, kota Batam tentunya akan banyak melakukan transformasi untuk mengakomodasi kepentingan pelaku bisnis sehingga terkadang lupa pada…