Fortune Gandeng Konsultan Asal Singapura

Perkuat Bisnis Konsultan

Rabu, 23/10/2013

NERACA

Jakarta - Anak perusahaan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), Fortune PR menandatangani perjanjian kerja sama dengan Affinity, sebuah konsultan merek independen yang berbasis di Singapura. Hal tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (22/10).

Managing Director Fortune PR Indira Abidin mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan sebagai mitra strategis untuk mengembangkan merek dan memajukan bisnis klien, “Kita berharap kerjasama ini dapat membantu lebih banyak lagi klien untuk menciptakan cerita sukses bagi pengembangan merek mereka melalui keahlian Affinity yang sudah terbukti,”ujarnya.

Selain itu juga, kerja sama akan menjadi kombinasi kekayaan pengalaman lokal dan internasional bersama perseroan. Sementara Managing Director Affinity Nick Pegman mengungkapkan, optimismenya terkait kerja samanya dengan tim Verbrand dari Fortune PR yang fokus pada jasa konsultasi branding untuk kemajuan bisnis klien.

Nick mengatakan bahwa Indonesia tumbuh amat pesat dan banyak sekali perusahaan yang kian berkembang baik di lingkup lokal maupun internasional, sehingga penting untuk memproyeksikan tujuan dari merek mereka kepada publik.

Menurutnya, branding sudah semakin berubah. Saat ini, pengembangan merek harus pula memperhatikan semua aspek internal, seperti sumber daya manusia, marketing, keuangan, dan sebagainya untuk memformulasikan strategi yang menyeluruh, “Reputasi Fortune PR tak perlu diragukan lagi. Kami pun memiliki filosofi dan semangat yang sama dengan mereka mengenai apa yang dibutuhkan bagi kesuksesan merek di Indonesia. Kami ingin mendampingi klien, membantu mereka untuk menguak potensi terbaik dari merek yang mereka miliki,”paparnya.

Sebagai informasi, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) terus gencar melakukan ekspansi ke beberapa negara Asia Pasifik, selain ke Singapura. Ke depan, negara Asia yang dibidik seperti Vietnam, Brunei, Kamboja, dan Srilangka.

Disebutkan, ekspansi yang dilakukan perseroan ke Singapura, karena negara tersebut menjadi pusat untuk Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dunia. Karena itu, dengan membuka kantor cabang di Singapura diharapkan dapat meningkatkan jumlah klien di segmen public relation dan media atau periklanan.

Tahun ini, perseroan menargetkan dapat menjaring sebanyak 50 klien baru. Persaingan industri komunikasi dan iklan yang digeluti perseroan saat ini cukup kompetitif seiring dengan bermunculan pemain baru. Tercatat dari sisi jumlah pemain, perusahaan iklan di tahun 2002 hanya sebanyak 2000 perusahaan, sedangkan hingga kini telah mencapai 8000 perusahaan. “Kalau kita ikut tender, biasanya pesertanya hanya 3-5 perusahaan, tapi kemarin perusahaan yang ikut tender pemilukada sudah mencapai 80 perusahaan.”kata Indira Abidin. (bani)