Fortune Gandeng Konsultan Asal Singapura - Perkuat Bisnis Konsultan

NERACA

Jakarta - Anak perusahaan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), Fortune PR menandatangani perjanjian kerja sama dengan Affinity, sebuah konsultan merek independen yang berbasis di Singapura. Hal tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (22/10).

Managing Director Fortune PR Indira Abidin mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan sebagai mitra strategis untuk mengembangkan merek dan memajukan bisnis klien, “Kita berharap kerjasama ini dapat membantu lebih banyak lagi klien untuk menciptakan cerita sukses bagi pengembangan merek mereka melalui keahlian Affinity yang sudah terbukti,”ujarnya.

Selain itu juga, kerja sama akan menjadi kombinasi kekayaan pengalaman lokal dan internasional bersama perseroan. Sementara Managing Director Affinity Nick Pegman mengungkapkan, optimismenya terkait kerja samanya dengan tim Verbrand dari Fortune PR yang fokus pada jasa konsultasi branding untuk kemajuan bisnis klien.

Nick mengatakan bahwa Indonesia tumbuh amat pesat dan banyak sekali perusahaan yang kian berkembang baik di lingkup lokal maupun internasional, sehingga penting untuk memproyeksikan tujuan dari merek mereka kepada publik.

Menurutnya, branding sudah semakin berubah. Saat ini, pengembangan merek harus pula memperhatikan semua aspek internal, seperti sumber daya manusia, marketing, keuangan, dan sebagainya untuk memformulasikan strategi yang menyeluruh, “Reputasi Fortune PR tak perlu diragukan lagi. Kami pun memiliki filosofi dan semangat yang sama dengan mereka mengenai apa yang dibutuhkan bagi kesuksesan merek di Indonesia. Kami ingin mendampingi klien, membantu mereka untuk menguak potensi terbaik dari merek yang mereka miliki,”paparnya.

Sebagai informasi, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) terus gencar melakukan ekspansi ke beberapa negara Asia Pasifik, selain ke Singapura. Ke depan, negara Asia yang dibidik seperti Vietnam, Brunei, Kamboja, dan Srilangka.

Disebutkan, ekspansi yang dilakukan perseroan ke Singapura, karena negara tersebut menjadi pusat untuk Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dunia. Karena itu, dengan membuka kantor cabang di Singapura diharapkan dapat meningkatkan jumlah klien di segmen public relation dan media atau periklanan.

Tahun ini, perseroan menargetkan dapat menjaring sebanyak 50 klien baru. Persaingan industri komunikasi dan iklan yang digeluti perseroan saat ini cukup kompetitif seiring dengan bermunculan pemain baru. Tercatat dari sisi jumlah pemain, perusahaan iklan di tahun 2002 hanya sebanyak 2000 perusahaan, sedangkan hingga kini telah mencapai 8000 perusahaan. “Kalau kita ikut tender, biasanya pesertanya hanya 3-5 perusahaan, tapi kemarin perusahaan yang ikut tender pemilukada sudah mencapai 80 perusahaan.”kata Indira Abidin. (bani)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Gelar Rights Issue - Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…