Sarana Meditama Raih Pinjaman Rp202,3 Miliar

Rabu, 23/10/2013

NERACA

Jakarta- PT Sarana Meditama Tbk (SAME) mengantongi pinjaman senilai Rp202,3 miliar dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. Perseroan akan menggunakan kredit tersebut untuk membiayai lagi atau refinance kredit perseroan dan anak usaha perseroan di PT Bank Panin Tbk. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (22/10).

Disebutkan, perseroan juga akan menggunakan dana tersebut untuk mendukung operasional dan pengadaan perlengkapan medis. Untuk kredit ini, perseroan menjaminkan tanah dan bangunan rumah sakit Omni Pulomas dan RS Omni Alam Sutera serta Fidusia atas peralatan dan kendaraan. Untuk jangka waktu kredit maksimal 60 bulan setelah tanggal penarikan pertama.

Dalam pengembangan bisnisnya, emiten yang bergerak di bidang rumah sakit dan operator dari Rumah Sakit Omni Internasional ini akan menambah rumah sakit baru. Beberapa lokasi yang tengah dibidik di antaranya Pekanbaru, Makassar, Bali dan Kalimantan. Investasi pembangunan satu unit rumah sakit ditaksir sekitar Rp 250 miliar dengan kapasitas 250 kamar.

Direktur Utama PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk, Nursing pernah mengatakan, sumber pendanaan pembangunan rumah sakit berasal dari sisa hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dan laba operasional. Rencananya, dalam dua tahun ke depan, perseroan juga akan menambah dua rumah sakit lagi.

Menurut dia, pada tahun ini pihaknya menganggarkan belanja modal sebesar Rp 40 miliar. Nantinya, sebesar Rp 20 miliar akan digunakan untuk penambahan 18 kamar premium untuk rumah sakit Omni di Pulomas, “Saat ini di Omni Pulomas baru memiliki 119 kamar dari normalnya sebanyak 232 kamar,” ujarnya.

Oleh karena itu, ditahun 2014 nanti perseroan akan mempercepat penambahan 100 kamar rawat inap. Asal tahu saja, sejauh ini rumah sakit Omni Pulomas masih mendominasi kontribusi pendapatan dan disusul Omni Alam Sutera sebesar 47%. Targetnya, perseroan mengharapkan dapat mengantongi pendapatan sebesar Rp 321 miliar, laba bersih Rp 31,1 miliar, laba kotor Rp 145,5 miliar dan EBITDA sebesar Rp 92,5 miliar. Pendapatan terbesar masih ditopang ancillas service sebesar 162,5% dan inpatient service 54,7%. Dit ahun 2012 lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 23, 27 miliar dibandingkan tahun lalu rugi sebesar Rp 12, 19 miliar. (lia)