BW Plantations Private Placement Rp 344,33 miliar - Untuk Perkuat Modal

NERACA

Jakarta- PT BW Plantations Tbk (BWPT) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Penempatan Terbatas atau private placement senilai Rp 344,33 miliar. Rencananya, perseroan akan menerbitkan saham baru maksimal 405,1 juta saham atau 10% dari modal disetor. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (22/10).

Disebutkan, perseroan akan menggunakan harga acuan di pasar sebesar Rp 850 per saham. Namun sayang, pihak manajemen belum menyebutkan perusahaan-perusahaan yang akan menyerap saham baru tersebut. Pihak manajemen menegaskan, private placement yang dilakukan perseroan bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan jumlah saham yang beredar sehingga secara tidak langsung meningkatkan likuiditas perdagangan.

Realisasi non HMETD ini akan dilakukan secara bertahap atau sekaligus dalam kurun waktu dua tahun sejak RUPS dilaksanakan. Dengan aksi korporasi, kepemilikan saham para pemegang saham berpotensi terdilusi sebesar 9,09%. Diharapkan aksi korporasi ini akan mendapat persetujuan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan pada 6 November.

Saat ini kepemilikan saham BW Plantations dimiliki oleh PT BW Investindo sebesar 38,75%, maka setelah private placement akan menjadi 35,23%. Fendalton Invesment Pte. Ltd dari 23,25% menjadi 21,14%. sementara JP Morgan Chase Bank NA RE Non-treaty menjadi 6,33% dari sebelumnya 6,97%. Sementara masyarakat terdilusi dari 31,03%, menjadi 28,21%.

Diketahui, pada tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1 triliun dan akan digunakan untuk kemajuan perseroan. Rencananya, sekitar 60% dari dana tersebut akan digunakan untuk perawatan tanaman yang belum menghasilkan, 15% digunakan untuk penambahan kapasitas di Kalimantan Timur, 10% akan digunakan untuk pembelian alat berat dan sisanya sebesar 5% untuk akuisisi lahan lagi serta sisanya akan digunakan untuk perbesar lahan.

Tercatat, sepanjang semester pertama 2013, BW Plantation telah membuka kebun baru seluas 1.700 hektare (ha) atau 42,5% dari target. Tahun ini, BW Plantation mematok target penanaman baru 4.000 ha. Selain tambah pohon sawit baru, BW Plantation juga menambah areal menghasilkan. Sampai akhir Juli, tambahan lahan sawit yang sudah menghasilkan luasnya mencapai 10.000 ha.

Hingga semester pertama 2013, perseroan mencatatkan laba bersih turun 44,21% menjadi Rp85,73 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp153,85 miliar. Pendapatan usaha perseroan naik tipis 5% menjadi Rp546,35 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp520,30 miliar. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp307,78 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp198,12 miliar.

Total liabilitas yang dikantongi perseroan naik menjadi Rp3,86 triliun pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp3,24 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp1,71 triliun pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp1,66 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp46,01 miliar pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp50,55 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

BPR Diminta Konsolidasi Untuk Perkuat Modal

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank perkreditan rakyat (BPR) yang tidak bisa memenuhi syarat…

Perkuat Jaringan Data - XL Rampungkan Proyek Jaringan Kabel Laut

NERACA Jakarta – Dalam rangka mengoptimalkan pelayanan, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bersama dengan Vocus Group dan Alcatel Submarine Networks…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…