Standarisasi Mendorong Daya Saing

NERACA

Yogyakarta, Penerapan standarisasi dalam industri dapat meningkatkan daya saing produk dan jasa. Selain itu dampak positifnya perlu ada standarisasi prosedur dan budaya kerja. "Untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa harus dimulai dengan budaya kerja yang konsisten serta sistem dan prosedur yang terstandarisasi," Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Masyarakat Standarisasi Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Syakir Hasyimi kepada wartawan,13/7.

Menurut Syakir, penerapan sistem dan prosedur yang standar, "output" baik berupa produk maupun jasa dipastikan akan lebih terjaga kualitasnya. "Konsistensi pemenuhan standar industri lebih diperhatikan, jumlah produk Yogyakarta dan Indonesia yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) akan lebih meningkat," katanya.

Syakir menambahkan saat ini produk asal Yogyakarta yang telah memiliki label SNI mulai meningkat. Peningkatan terasa pada produk-produk yang terkena dampak langsung regulasi Perpres No 54/2010 yang mewajibkan produk-produk ber-SNI untuk pengadaan belanja pemerintah pusat dan daerah dengan sumber dana dari APBN atau APBD.

"Kenaikannya sekitar 10% setiap tahun. Indikasi kenaikan itu tampak dari terus bertambahnya perusahaan atau perorangan yang meminta dilakukannya uji terhadap produk mereka, terutama produk yang menyangkut empat aspek, yakni keselamatan, keamanan, kesehatan, dan lingkungan hidup," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Mastan, Arifin Lambaga mengatakan, Mastan adalah organisasi nirlaba yang mandiri, terbuka,, peduli, dan kompeten di bidang standarisasi. "Lembaga itu dibentuk untuk mendorong diwujudkannya industri nasional ber-SNI yang tangguh, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional," katanya.

Menurut dia, standarisasi itu menjadi sesuatu yang sangat penting. Bukan saja untuk mendorong industri dalam negeri agar bisa lebih bersaing dan menjaga masyarakat agar bisa mendapatkan produk yang layak dan aman, tetapi juga menjadi "pagar" bagi produk lain dari luar negeri.

"Kita tentu ingat, serbuan produk-produk impor yang belum jelas kualitas dan standarnya beberapa waktu lalu. Hal itu tidak akan terjadi jika kita memiliki standar, karena setiap produk yang masuk harus memenuhi standar kita," katanya.

"SNI diharapkan menciptakan keteraturan dalam berbagai kegiatan, terutama menyangkut jaminan mutu produk barang dan jasa dalam kegiatan bisnis serta menyangkut keselamatan, keamanan, kesehatan, dan lingkungan," katanya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Korupsi, Penghambat Daya Saing Koperasi

  NERACA Malang - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo mengungkapkan…

Toyota Perkuat Daya Saing Rantai Suplai Industri Otomotif

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah merayakan berakhirnya pelaksanaan Toyota Production System (TPS) Jishuken ke-10 di Resinda Hotel, Karawang.…

Daya Beli Kuat Pesona Square Bakal Ramai

Daya Beli Kuat Pesona Square Bakal Ramai NERACA Depok - Direktur Utama PT Menara Depok Square (MDS), Alwi Bagir Mulachela…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

Membantah Generasi Milenial yang Terancam Tak Punya Hunian

      NERACA   Bekasi - Ada anggapan generasi milenial yang berusia di bawah 25 tahun tidak mampu mempunyai…

IBM Indonesia Berkolaborasi dengan Partner Lokal - Akselerasi Bisnis Digital

    NERACA   Jakarta - IBM Indonesia menggelar IBM Indonesia Partner Solutions Summit, yang diselenggarakan di JW Marriot Jakarta.…