Air Tanah yang Berkualitas Kaya Mineral

NERACA

Air merupakan komponen utama manusia. Air juga merupakan zat gizi makro yang esensial. Usia, jenis kelamin, aktivitas fisik dan kondisi serta lingkungan seseorang menentukan jumlah asupan air yang dibutuhkan. Namun, air yang paling baik untuk dikonsumsi adalah air putih yang berasal dari air tanah yang berkualitas.

“Air tanah yang kita konsumsi sekarang merupakan hasil dari proses fisika, kimia dan biologi alamiah yang kompleks, sehingga merupakan air yang kaya akan mineral,” tutur Inge Permadhi, MS,SpGK.

Menurutnya, status hidrasi seseorang harus selalu diupayakan dalam keadaan normal (euhidrasi) dan dicegah untuk terjadinya kondisi dehidrasi. “Status hidrasi seseorang dapat dinilai berdasarkan anamnesis (wawancara) tentang kemungkinan terjadinya kekurangan cairan, pemeriksaan fisik untuk melihat tanda dan gejala kekurangan cairan seperti, bibir kering, peningkatan suhu tubuh, kekentalan saliva (air liur),” tuturnya.

Ia mengatakan, untuk memperoleh data asupan cairan pada suatu penelitian, dapat dilakukan dengan menggunakan cara recall atau record 24 jam sampai dengan beberapa hari. Cara lainnya adalah dengan metode frekuensi makan secara kualitatif dan kuantitatif.

Ibu hamil mengalami kehilangan cairan lebih banyak melalui urin, akibat dari penekanan kandung kemih oleh karena uterus yang membesar, oleh karena itu ibu hamil membutuhkan tambahan cairan sebanyak 400 mL di atas kebutuhan asupan cairan sehari-hari. Sedangkan untuk ibu menyusui dibutuhkan tambahan asupan cairan sebesar 800 mL.

Bayi dan anak memerlukan lebih banyak air untuk setiap kilogram berat badannya dibandingkan dewasa. Hal ini disebabkan luas permukaan tubuh anak yang relatif lebih besar sehingga kehilangan air melalui kulitpun menjadi lebih banyak, fungsi konsentrasi air kemih oleh ginjal yang belum sempurna, dan frekuensi nafas anak yang lebih cepat.

Sementara itu, Dr.Stavros A Kavouras, pembicara tamu dari Universitas Arkansas AS menjelaskan, air adalah makronutrien yang diperlukan oleh tubuh. Tubuh kita membutuhkan air 6- 8 gelas per hari. Dehidrasi ringan dapat mempengaruhi proses kognitif dan mood pada perempuan dan laki-laki.

Tidak hanya orang dewasa, kinerja kognitif anak-anak usia sekolah juga dipengaruhi oleh status hidrasi. Hasil penelitian di Perancis terhadap status hidrasi anak sekolah khususnya memperlihatkan bahwa lebih dari 70% anak tidak cukup minum ketika berangkat ke sekolah pada pagi hari.

“Warna urin merupakan petunjuk status hidrasi yang sederhana dan mudah digunakan untuk masyarakat luas. Perubahan warna urin merupakan alternatif untuk mengetahui status hidrasi seseorang. Menentukan status hidrasi karena warna urin berhubungan dengan osmolaritas dan berat jenis urin,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

BPN Banten Targetkan Pendaftaran Tanah 272.710 Bidang Pada 2019

BPN Banten Targetkan Pendaftaran Tanah 272.710 Bidang Pada 2019 NERACA Serang - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten…

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat NERACA Jakarta - Founder sekaligus CEO dari aplikasi OY! Indonesia, Jesayas Ferdinandus…

Hasil Evaluasi Pengadaan Masih Ada Kelemahan Yang Perlu Diperbaiki - Walikota Sukabumi

Hasil Evaluasi Pengadaan Masih Ada Kelemahan Yang Perlu Diperbaiki Walikota Sukabumi NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi menandaskan, hasil…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Peneliti Temukan Obat Baru untuk Kanker Stadium Lanjut

Peneliti memberikan harapan baru bagi penderita penyakit ganas, kanker stadium lanjut. Sekelompok peneliti di Inggris berhasil menemukan obat yang dapat…

Cegah Perubahan Iklim dengan Atasi Obesitas dan Kurang Gizi

Perubahan iklim tak cuma membuat cuaca jadi tak menentu, tapi juga berhubungan erat dengan masalah gizi seperti obesitas dan kelaparan.…

Kratom, Dilema Daun Ajaib dan Zat Berbahaya

Jika menyebut kopi bisa dipastikan hampir semua orang akan paham arah pembicaraan, namun ceritanya akan ketika bertemu dengan kata Kratom…