Kedubes Norwegia Sumbang 600 Ribu Euro - Dukung Energi Terbarukan

NERACA

Jakarta - Kedutaan Besar Norwegia akan menyumbangkan dana hibah sebesar 600 ribu euro untuk mendukung Pulau Sumba sebagai proyek percontohan penggunaan energi terbarukan. Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (21/10), dukungan dana untuk program bertajuk "Pulau Ikonik Sumba" itu diberikan melalui organisasi pembangunan Belanda, Hivos, dengan dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Alasan utama kami memberikan dukungan pada program ini adalah kerjasama yang terjalin antarpemangku kebijakan serta kesempatan untuk turut mendukung pembangunan melalui energi terbarukan," kata Minister Counsellor dari Kedutaan Besar Norwegia Marianne Damhaug, di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan Sumba dapat menjadi model bagi daerah atau pulau lain di Indonesia atau bahkan diluar negeri. Dana hibah itu, menurut Damhaug, akan digunakan untuk memfungsikan sekretariat Kelompok Kerja Sumba yang dipimpin oleh Kementerian ESDM.

Selain itu untuk menerapkan solusi energi terbarukan seperti panel surya untuk memompa air irigasi, pembangkit listrik tenaga air bagi masyarakat terpencil, warung energi yang menyediakan lentera surya dan pengisian ponsel dan biogas yang dihasilkan dari kotoran hewan ternak untuk memasak dan penerangan.

Sementara itu, Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) KESDM Dadan Kusdiana, optimistis pihaknya bisa mencapai target 100% energi terbarukan melalui kerjasama dengan semua para pemangku kepentingan dari pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sipil.

"Itulah sebabnya pokja (kelompok kerja) yang meliputi para pemangku kepentingan telah dibuat dan sebuah peta jalan (roadmap) bersama telah dikembangkan" katanya. Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, terpilih sebagai ikon untuk energi terbarukan karena merupakan salah satu daerah yang belum mendapatkan akses elektrifikasi di Indonesia.

Mayoritas 650 ribu penduduknya tidak memiliki akses terhadap listrik. Sementara pada 2010, 70% dari populasi di Sumba menggunakan minyak tanah yang cukup mahal sebagai pencahayaan serta kayu bakar untuk memasak yang berpolusi dan berdampak buruk untuk kesehatan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Bank Banten Dukung Program Penggunaan Aplikasi E-SP2D

Bank Banten Dukung Program Penggunaan Aplikasi E-SP2D NERACA Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten) selaku bank…

Menkop Dukung Inkopkar Bangun Rumah Karyawan

Menkop Dukung Inkopkar Bangun Rumah Karyawan NERACA Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh…

Forum Anak Medan dan Binjai Berkolaborasi Dukung Kota Layak Anak - Pentaskan Wayang FCTC

Forum Anak Medan dan Binjai Berkolaborasi Dukung Kota Layak Anak Pentaskan Wayang FCTC NERACA Sumatera Utara - Menyambut kedatangan wayang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

321 Ribu Wajib Pajak Badan Telah Laporkan SPT

      NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyampaikan sebanyak 321 ribu Wajib Pajak Badan sudah…

Air Minum Kemasan Tercemar Mikroplastik

      NERACA   Jakarta - Baru-baru ini dunia kesehatan dikejutkan dengan kabar tercemarnya air minum kemasan oleh partikel…

Pemerintah akan Bagikan Sertifikat Lahan Secara Masal pada Juni

  NERACA   Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menargetkan pembagian sertifikat lahan masyarakat…