Kobexindo Bidik Pinjaman Rp 24,62 Miliar

Danai Penambahan Cabang

Selasa, 22/10/2013

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan pasar penjualan, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) terus memperluas ekspansi usahanya dengan menambah 3 cabang baru di Samarinda, Surabaya dan Palembang.

Direktur Keuangan Kobexindo Tractors, Martio mengatakan, nilai investasi untuk pembangunan 3 cabang tersebut diperkirakan sekitar US$1,2 juta atau mencapai Rp11,36 miliar, “Penambahan 3 cabang baru tersebut dilakukan untuk mendukung penjualan kami," kata dia di Jakarta, Senin (21/10).

Dia mengemukakan, dengan adanya penambahan 3 cabang penjualan baru tersebut, maka tahun 2014 mendatang perseroan diproyeksikan dapat memiliki dan mengoperasikan sebanyak 14 cabang dari yang saat ini dimiliki sebanyak 12 cabang penjualan baru untuk mendukung pertumbuhan kinerja perseroan nanti.

Untuk mendukung langkah ekspansinya itu, Kobexindo saat ini tengah mencari fasilitas kredit sebesar Rp24,62 miliar untuk tambahan modal kerja perseroan. Sebelumnya, dana tersebut akan digunakan perseroan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan penambahan cabang penjualan baru.

Kata Martio, terkait dengan pinjaman tersebut, biasanya perseroan bermitra dengan bank asing, adapun suku bunga yang diinginkan adalah sebesar 7 hingga 8%. Diakui dia kalau perseroan belum mendapatkan dananya untuk saat ini. "Nanti akan kita upayakan pinjamannya dari perbankan sebesar Rp24 miliar," imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, perseroan telah mengalokasikan dana sebesar Rp36,67 miliar untuk pembangunan cabang baru, namun hingga saat ini dana yang terserap baru sekitar Rp6,04 miliar. Nah, sisa dana dari situlah yang nantinya akan digunakan emiten alat berat ini untuk tambahan modal kerjanya.

Informasi saja, tahun ini Kobexindo merevisi target pendapatannya menjadi Rp1,6 triliun dari target sebelumnya Rp2 triliun atau terkikis 20% dari target sebelumnya. Hal tersebut dilakukan, lantaran harga jual batubara yang masih melemah. Tahun lalu, perseroan mencatatkan pendapatan Rp1,3 triliun. Revisi tersebut dilakukan karena adanya penurunan target penjualan alat berat setelah rencana pengembangan jaringan pemasaran dipending.

Saat ini, perseroan masih miliki sisa dana Rp24,691 miliar hingga akhir Juni 2013. Dari hasil bersih IPO yang digelar Juli 2012 lalu yang Rp102,239 miliar, rencananya perseroan akan menggunakan Rp71,567 miliar untuk modal kerja, dan Rp30,672 miliar untuk ekspansi cabang . Perseroan sudah menggunakan dana IPO tersebut sebesar Rp71,50 miliar untuk modal kerja dan Rp6,048 miliar untuk ekspansi cabang. Sisa dana hasil IPO tersebut kini ditempat di Bank Sinarmas Syariah sebesar dengan tingkat suku bunga 7,5%. (bani)