CIMB Niaga Raih Peringkat Pertama ARA 2012

NERACA

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk kembali menoreh hasil positif di ajang Annual Report Award (ARA). Tahun ini, CIMB Niaga berhasil meraih peringkat pertama untuk kategori Swasta Keuangan Tercatat (listed). Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi CIMB Niaga sebagai salah satu perusahaan yang selalu menempati papan atas selama 11 tahun keikutsertaannya dalam ARA.

ARA menjadi salah satu penghargaan bergengsi di Indonesia yang diberikan kepada perusahaan yang mampu membuat laporan yang mampu memberikan gambaran yang baik dan jelas mengenai kegiatan operasional, kinerja maupun indikasi arah perusahaan di masa mendatang. Selain itu, perusahaan tersebut juga harus mampu menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) di setiap aspek operasionalnya, untuk mencapai target pertumbuhan bisnis perusahaan.

Penilaian ARA 2012 dibagi menjadi 8 klasifikasi. Yang paling utama adalah GCG dengan porsi 35% dari total penilaian. GCG menjadi salah satu kunci kemenangan CIMB Niaga dalam ARA 2012 ini. Selain GCG, faktor penilaian lainnya adalah analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja perusahaan. Menyusul kemudian informasi keuangan, profil perusahaan, ikhtisar data keuangan, laporan dewan komisaris dan direksi, kriteria umum, serta faktor lainnya.

D. James Rompas, Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga mengatakan, praktik GCG dalam perbankan adalah hal yang penting dikarenakan usaha bank didasari oleh kepercayaan publik atas institusi bank. Praktik GCG tidak hanya menjadi spirit in writing namun juga menjadi spirit in practice yang penerapannya juga diukur oleh pihak independen selain bank sendiri.

“CIMB Niaga melihat pentingnya praktik GCG dan hasilnya untuk menjadi cara berfikir dan cara bertindak bagi setiap elemen dan jenjang dalam struktur organisasi perbankan. Karenanya, GCG telah menjadi budaya CIMB Niaga yang berperan penting dalam meletakkan landasan bagi pertumbuhan di masa depan.” Jelasnya di Jakarta, Senin (21/10).

Menurut James, penghargaan ARA 2012 yang diraih CIMB Niaga ini menjadi modal penting untuk berprestasi lebih baik lagi ke depan, di tengah kondisi perekonomian saat ini yang relatif belum stabil, serta ketatnya persaingan di industri perbankan. [rin]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…

Asuransi Generali Buka Kantor Agen di Jambi

  NERACA Jakarta - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meresmikan kantor keagenan baru di Kota Jambi dengan nama AG- Jambi All Star yang…