BII Buka Kacab Pertama di India

Ingin Menyerap Bisnis ASEAN dan China

Selasa, 22/10/2013

NERACA

Mumbai - PT Bank Internasional Indonesia Tbk, bagian dari Maybank Group, secara resmi membuka kantor cabang (kacab) pertamanya di Mumbai, India, guna memperluas platform perbankan komersial regional Grup di kawasan Asia Selatan. Kantor cabang BII Mumbai ini berlokasi di One Indiabulls Center, Tower 2B, Elphinstone Road (West), Mumbai.

CEO and President Maybank Group, Abdul Farid Alias, mengatakan bahwa kehadiran BII di Mumbai menjadi tonggak penting strategi ekspansi regional Maybank Group. BII Mumbai memiliki modal sebesar US$28 juta, dan telah beroperasi sejak Juli 2013 dengan jumlah 18 karyawan.

Abdul Farid berharap BII Mumbai dapat mendukung pertumbuhan arus perdagangan dan investasi antara India dan negara ASEAN, serta mendukung nasabah Maybank Group di ASEAN dengan rekan dan mitra usahanya di India. “Kehadiran BII di Mumbai merupakan langkah kunci dalam mendukung visi Maybank menjadi regional financial services leader pada tahun 2015,” katanya di Mumbai, India, Senin (21/10).

Dia juga mengatakan Maybank Group, yang beroperasi di 10 negara ASEAN, dapat memanfaatkan jaringannya untuk mendukung bisnis di lokasi lain yang memiliki hubungan dagang dan investasi dengan India, dan sebaliknya. Maybank Group, lanjut Abdul Farid, menyediakan konektivitas global melalui kantor di London, New York dan Bahrain.

Demikian juga melalui platform Maybank Kim Eng yang membentang dari Asia Utara dan Selatan serta pusat jasa keuangan global. “Mengingat arus pertumbuhan perdagangan antara India dan ASEAN yang mencapai US$76 miliar periode 2012-2013 dibandingkan US$21 miliar pada lima tahun lalu, kami optimis ada potensi besar untuk Maybank Group di India,” ungkapnya.

Adapun arus perdagangan India-ASEAN diharapkan dapat meningkat hingga mencapai US$100 miliar di 2015 dan US$200 miliar pada 2022. Selain itu, pihaknya melihat peluang untuk menangkap arus perdagangan antara India dan China, di mana Maybank Group memiliki tiga kantor cabang di sana, yaitu Beijing, Shanghai dan Hong Kong.

Sementara arus perdagangan India-China sendiri mencapai US$66 miliar untuk periode 2012-2013. “Dengan meningkatnya liberalisasi perdagangan di ASEAN dan pembentukan ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015, kami yakin perusahaan-perusahaan India akan mengambil keuntungan penuh dari pasar yang tengah berkembang dengan 600 juta penduduk di Asia Tenggara,” tambah Abdul Farid.

Dia pun menambahkan BII Mumbai memiliki intensi untuk menjadi trade finance bank yang signifikan terutama di industri kelapa sawit dan batubara termal, serta menangkap bisnis valuta asing dan pengiriman uang (remittance) antara India dan jaringan lain dalam Grup.

“Kehadiran Kim Eng Securities India di sini juga memberikan keuntungan di mana kami akan dapat bekerjasama dengan mereka dalam menyediakan layanan one-stop shop yang nyaman untuk memenuhi kebutuhan yang berkaitan kegiatan bisnis di India bagi nasabah Maybank Group,” tukas dia. [bani]