Kuartal Ketiga, BSD Raup Pra Penjualan Rp 6,5 Triliun - Ditopang Proyek BSD City

NERACA

Jakarta – Emiten Properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) raup marketing sales sebesar Rp6,5 triliun pada kuartal III tahun ini atau naik 110% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp3,1 triliun. Grup properti Sinarmas Land ini mengakui bahwa permintaan akan residennsial, perkantoran dan komersial dari konsumen meningkat.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin. Disebutkan, kontributor terbesar pada marketing sales periode ini adalah proyek BSD City. Hal ini didorong peluncuran beberapa sub-klaster residensial kelas premium dari proyek tersebut.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Serpong Dmai Tbk Hermawan Wijaya mengatakan, hasil marketing sales yang didapatkan perseroan kali ini mencapai 93% dari target marketing sales tahun 2013 yaitu Rp7 triliun. Hal ini membuat perseroan cukup bangga dengan beberapa kerjasama yang dilakukan dengan banyak pihak, “Pencapaian tersebut tidak terlepas dari strategi perseroan untuk menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan seperti Hongkong Land, AEON Mall dan Dyandra. Kemitraan ini memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada kinerja penjualan perseroan”, ujar dia.

Tercatat hingga kuartal III-2013, perseroan mencatatkan dalam marketing sales yang berkontribusi paling besar adalah penjualan land plots atau kavling tanah mencapai 48% atau sebesar Rp3,12 triliun. Sementara segmen residensial berhasil berkontribusi sebanyak 38% atau senilai Rp2,48 triliun.“Kontribusi penjualan kavling tanah lebih besar dibandingkan penjualan residensial pada tahun ini. Hal ini disebabkan pada kuartal ketiga tahun lalu, persentase segmen residensial mencapai 60% atau Rp1,86 triliun dan penjualan tanah 29% atau Rp895 miliar”, ujarnya.

Selain kavling tanah, pada periode kuartal III ini segmen industrial dan rumah toko (ruko/shophouse) ikut tumbuh signifikan yaitu mencapai Rp102% atau setara Rp663,9 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp328,58 miliar. Selain itu segmen strata title pada periode ini ikut berkontribusi dengan membukukan penjualan Rp220,6 miliar dimana pada marketing sales periode lalu belum mencatatkan penjualan.“Selain kemitraan, kemudahan akses, kelengkapan infrastruktur dan konsep ramah lingkungan yang diciptakan membuat kawasan BSD City dan proyek lain seperti residensial, perkantoran dan komersial yang dikembangkan perseroan terus diminati dan meningkat”, jelasnya.

Dengan meningkatnya permintaan terhadap proyek konstruksinya, perseroan berencana menambah alokasi anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun lagi hingga akhir tahun 2013. Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa total capex yang sebelumnya dianggarkan perseroan untuk tahun ini sebesar Rp3 triliun.

Namun, perseroan telah menyerap seluruhnya pada semester pertama tahun ini. Sehingga perseroan berencana menambahnya lagi untuk menunjang aksi korporasi hingga paruh kedua tahun ini berakhir. Rencananya, perseroan akan menggunakan capex tambahan tersebut untuk pembebasan lahan di wilayah BSD City dan juga untuk pembangunan infrastruktur sebagai sarana pengembangan proyek perumahan.

Sementara capex yang telah dianggarkan Rp3 triliun telah dihabiskan perseroan untuk melakukan sejumlah aksi korporasi yang salah satunya mengakuisisi 5 hektar lahan di wilayah Epicentrum, Jakarta dengan nilai investasi Rp8 juta/meter atau mencapai Rp400 miliar.“Untuk memenuhi kebutuhan penambahan alokasi capex tersebut, perseroan akan memenuhinya dari kas internal perusahaan. Sampai dengan semester pertama tahun ini, saldo kas kita ada Rp4,7 triliun. Ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan penambahan belanja modal tadi”, ujarnya.

(nurul)

Related posts