Energi Kantongi Pinjaman US$ 61,95 Juta

NERACA

Jakarta- Untuk meluluskan aksi korporasinya, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengaku telah mengantongi pinjaman senilai US$61,95 juta. Pinjaman tersebut diperoleh perseroan dari PST Finance Ltd. “Perseroan telah menandatangani perjanjian dengan PST Finance Ltd sehubungan dengan pemberian fasilitas pinjaman sebesar US$61,95 juta.” kata Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk, Imam P. Agustino dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (21/10).

Menurut dia, penandatangan perjanjian atas fasilitas pinjaman tersebut dilakukan perseroan pada 17 Oktober 2013. Sebagai jaminannya, perseroan mempertaruhkan seluruh saham perseroan pada anak perusahaannya, Energi Mega Pratama Inc. Rencananya, kata dia, dana dari fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk general corporate purposes perseroan.“Jaminan untuk fasilitas pinjaman ini adalah seluruh saham yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh perseroan di Energi Mega Pratama Inc.” jelasnya.

Dia menegaskan, fasilitas pinjaman dan penjaminan tersebut bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam peraturan Bapepam LK No. IX.E.2 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama. Pasalnya, nilai transaksi tidak melebihi 20% dari ekuitas perseroan. Selain itu, transaksi ini juga bukan merupakan transaksi afiliasi maupun benturan kepentingan sebagimana dimaksud peraturan Bapepam LK No. IX.E.1 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu.

Seperti diketahui, emiten yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi tersebut, baru-baru ini mengaku telah menambah blok kepemilikannya. Perseroan mengakuisisi kontrak konsesi eksplorasi dan produksi (EPCC) minyak dan gas blok Buzi EPCC di Mozambik, Afrika senilai US$175 juta. Oleh karena itu, selain dari internal kas perseroan, pihaknya juga menggunakan fasilitas pinjaman.

Dengan akuisisi yang telah dilakukan perseroan, menurut Imam, pihaknya akan memiliki 75% participating interest di Blok Buzi EPCC yang bermitra dengan pemerintah Mozambik. Sementara sisanya dimiliki Empressa Nacional de Hidocarbonetors (ENH). Diharapkan, blok tersebut dapat mulai beroperasi pada 2017 mendatang. Blok EPCC Buzi ini, sambung dia, cukup menarik perhatian banyak perusahaan migas internasional, terutama setelah ditemukannya cadangan gas proven dan probable sebesar 283 miliar kaki kubik. Selain itu, blok tersebut memiliki sumber daya prospektif gas sebesar 13,4 kaki kubik. (lia)

BERITA TERKAIT

Moodys Pangkas Peringkat Alam Sutera

NERACA Jakarta - Perusahaan pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari menjadi Caa1…

Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan…

Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…