Diduga Ada Kaitannya dengan LPJ 2010 Bupati Kuningan Ajak Ketua DPRD ke Bali

NERACA

Kuningan – Kepergian Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda bersama pimpinan DPRD yaitu, Ketua H. Acep Purnama (PDIP), tiga wakil ketua di antaranya, H. Yudi Budiana (Golkar), H. Toto Hartono (Demokrat), H. Toto Suparto (PAN) dan juga beberapa kepala SOPD ke Bali mendapat berbagai kritikan.“Piknik Politik” di luar agenda resmi itu disinyalir sebagai upaya rayuan untuk menggolkan LPJ Bupati 2010 agar mulus diterima DPRD.

Apalagi pembahasan LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) 2010 Bupati Kuningan itu, kali ini diboikot oleh dua fraksi, yaitu dari Fraksi PKS dan Fraksi Reformasi. Ke-dua fraksi tersebut sudah dua kali berturut-turut tidak mengikuti rapat pandangan umum dan jawaban bupati atas pandangan umum LPJ 2010. Ke-dua fraksi menyatakan tetap tidak akan membahas LPJ, selagi LPJ itu tidak disertai dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pantas saja, jika kepergian mereka ke Bali mendapat tangggapan ‘sinis’ dari berbagai pihak. Sementara, pimpinan DPRD sama sekali tidak mempermasalahkan LPH BPK, pimpinan tidak mengharuskan LPH BPK itu dilampirkan dalam LPJ. Pimpinan ‘terkesan’ sangat membela eksekutif, dalam hal ini Bupati Aang.

Mereka berliburan di Bali selama beberapa hari dan pulang lagi ke Kuningan pada Selasa (12/7). Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, apakah memang LPJ tersebut mulus diterima DPRD tanpa catatan pedas, dan dua fraksi akan bergabung dalam rapat pembahasan LPJ selanjutnya. Atau memang dua fraksi itu tetap konsisten mempertahankan alibi awalnya dengan berpegangan kepada beberapa peraturan perundang-undangan, yang mengharuskan LHP BPK itu dilampirkan dalam LPJ.

“Kalau perginya ke Bali itu menggunakan ongkos pribadi mah ga jadi masalah. Tapi yang jadi persoalan, mereka mungkin menggunakan ongkos dari uang negara, dari APBD. Ga mungkin mau merogoh uang saku sendiri. Sementara Kuningan selalu mengeluh jika tidak punya anggaran,” papar salah seorang pemerhati dari F-Tekad, Mang Ewo kepada Neraca, Rabu (13/7).

Kepergian mereka juga bertepatan dengan kisruhnya LPJ, dua fraksi dari tujuh fraksi memboikot pembahasan LPJ. Siapa yang tidak gelisah dengan sikap dua fraksi tersebut, tentunya Bupati Aang pun ingin membela diri dengan merangkul pimpinan supaya pimpinan DPRD tetap menggolkan LPJ dengan mulus, meski ditentang dua fraksi. Asal setiap rapat selalu memenuhi quorum.

BERITA TERKAIT

JK: Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Gerbang Tol

Memasuki mudik lebaran tahun 2018 ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan tidak ada penumpukan kendaraan di gerbang tol pada…

#BerburuBerkah, Cara Qlue Ajak Masyarakat Bangun Kota

#BerburuBerkah, Cara Qlue Ajak Masyarakat Bangun Kota NERACA Jakarta - #BerburuBerkah merupakan salah satu cara Qlue untuk meningkatkan kepedulian dan…

Bupati Sukabumi Ajak Warga Konsumsi Makanan Lokal

Bupati Sukabumi Ajak Warga Konsumsi Makanan Lokal NERACA Sukabumi - Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengajak warganya selalu mengkonsumsi makanan serta…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi…

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar - Meski Kondisi Ekonomi Prihatin

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar  Meski Kondisi Ekonomi Prihatin NERACA Depok - Asisten Bidang Pemerintah, Hukum…

Perum Damri Palembang Siagakan 75 Bus

Perum Damri Palembang Siagakan 75 Bus NERACA Palembang - Perusahaan Umum Damri Cabang Palembang, Sumatera Selatan, menyiagakan 75 bus untuk…