Obligasi Bima Finance Raih Peringkat BBB

Lantaran memiliki risiko kredit di atas rata-rata, obligasi I Bima Multi Finance tahun 2013 dengan jumlah sebesar Rp 125 miliar mendapatkan peringkat BBB dari PT ICRA lndonesia (ICRA lndonesia). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (21/10).

Disebutkan, peringkat tersebut memiliki outlook prospek stabil yang mencerminkan perkiraan ICRA lndonesia bahwa perusahaan akan dapat memelihara kinerjanya pada level sekarang ini. Disamping itu, peringkat tersebut juga mengindikasikan kualitas kredit yang moderat yang diberikan oleh ICRA lndonesia. Surat hutang yang diperingkat ini memiliki risiko kredit di atas rata-rata.

Peringkat ini telah mempertimbangkan tingkat profitabilitas yang terjaga dengan baik yang diukur dari niai-nilai imbal terhadap aktiva (return on asset/ROA) dan imbal terhadap ekuitas (return on equity/ROE), dan kualitas aset yang dapat dipertahankan meskipun fokus perusahaan adalah pembiayaan kendaraan bekas.

Di sisi lain, peringkat masih dibatasi oleh tingkat hutang yang tinggi dan tidak adanya hubungan ekklusif dengan pemasok, agen penjual, atau dengan bank/lembaga keuangan yang kuat yang menyiratkan terbatasnya dukungan bisnis dan keuangan ekstemal pada saat diperlukan. (bani)

BERITA TERKAIT

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Saham CARE Masuk Pengawasan BEI

Mempertimbangkan peningkatan harga saham di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE)…

Darya Varia Raup Laba Rp 221,78 Miliar

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 221,78 miliar di 2019 atau tumbuh 10,53% dibandingkan tahun sebelumnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…