Indosat Rampungkan Proses Migrasi 3G - Lebih Awal Dari Target Pemerintah

NERACA

Jakarta – Seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan pasar, PT Indosat Tbk (ISAT) berhasil menyelesaikan proses migrasi 3G lebih awal yaitu tanggal 9 Oktober 2013 dari target yang ditetapkan pemerintah pada tanggal 27 Oktober 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (21/10).

Acting Chief Technology Officer Indosat, Ginandjar mengatakan, penyelesaian target migrasi 3G berhasil dilakukan lebih awal dari target karena komitmen perseroan mendukung pemerintah dalam menata frekuensi 3G lebih baik lagi, “Diharapkan dengan migrasi tersebut, layanan kepada pelanggan juga tetap terjaga kualitasnya,”ujarnya.

Dia menambahkan, dengan selesainya migrasi 3G yang telah dilakukan Indosat, pemerintah diharapkan tetap memberikan prioritas pertama terhadap penyelesaian interferensi yang masih terindikasi di lapangan, sehingga kualitas layanan yang menggunakan jaringan 3G dapat tetap terjaga dan memenuhi standardkualitas layanan bagi kebutuhan pelanggan, “Sebagaimana diketahui interferensi tersebut dapat menurunkan kecepatan akses data yang tentunya akan sangat berpengaruh pada kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan internet,”tandasnya.

Sebagai informasi, Indosat sebagai penyelenggara seluler telah melakukan migrasi 3G dengan ditandai selesainya migrasi 3G di tiga provinsi terakhir yaitu, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dari total 18 provinsi layanan 3G Indosat. Disebutkan, Indosat telah berhasil menyelesaikan seluruh proses tahapan Migrasi 3G dari blok 8 (pita frekuensi 1955-1960 MHz berpasangan dengan frekuensi 2145-2150 MHz) ke blok 6 (pita frekuensi 1945-1950 MHz berpasangan dengan frekuensi 2135-2140 MHz) di seluruh propinsi cakupan operasional jaringan 3G Indosat secara nasional.

Proses migrasi 3G dilakukan Indosat sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 19 Tahun 2013 tentang Mekanisme dan Tahapan Pemindahan Alokasi Pita Frekuensi Radio pada Penataan Menyeluruh Pita Frekuensi Radio 2,1 GHz. Penataan 3G ini tidak terlepas dari kegiatan seleksi 3G yang telah berhasil dilaksanakan pemerintah pada tanggal 5 Maret 2013 lalu. Penataan menyeluruh pita frekuensi radio 2,1 GHz dilaksanakan dalam rangka mendapatkan alokasi pita frekuensi radio berdampingan (contiguous) bagi setiap penyelenggara jaringan bergerak seluler IMT-2000 pada pita frekuensi radio 2,1 GHz. (bani)

BERITA TERKAIT

Humpuss Bidik Pendapatan Tumbuh 15% - Bergantung Pada Proyek Pemerintah

NERACA Jakarta – Masih menjanjikannya bisnis jasa angkutan laut tahun depan, seiring dengan membaiknya harga minyak dunia mendorong PT Humpuss…

Pemerintah Janji Adil Terapkan Pajak E-Commerce

    NERACA   Jakarta - Pemerintah berjanji akan adil menerapkan pajak terhadap transaksi elektronik (e-commerce) sehingga tidak ada kesenjangan…

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…