SETIAP TAHUN MENCAPAI RP 120 TRILIUN Perputaran Uang Kota Depok 99 % di Sektor Swasta

Depok – Perputaran uang di Kota Depok, Jawa Barat telah mencapai Rp 120 triliun pertahun, sedangkan kemampuan pemerintah untuk belanja operasional dan gaji pegawai serta pembangunan hanya sekitar Rp 1,2 triliun. Artinya, perputaran uang 99 persen berada di sektor swasta.

NERACA

” Oleh sebab itu, peran Kadin sebagai wadah pelaku ekonomi yang anggota mulai dari pengusaha UMKM dan pengusaha besar di sektor industri, jasa dan perdagangan, sangat menentukan roda perekonomian kota Depok,”demikian dijelaskan Ketua DPRD Kota Depok,.Rintis Yanto MM tanpa merinci data tersebut, pada pelantikan pengurus Kadinda (Kamar Dagang dan Industri Daerah) Kota Depok periode 2011 – 2016 yang dipimpin Wing Iskandar di Aula Gedung Bank BJB Cabang Depok, Selasa Sore.

Rintis menghimbau agar para pengusaha memanfaatkan potensi tersebut dengan pemerintah untuk meningkatkan pembangunan ekonomi yang mampu mensejahterakan rakyat. Diyakininya dengan komposisi personalia yang telah dilantik ini, maka optimis roda perekonomian di Kota Depok akan mampu mengatasi berbagai kesulitan ekonomi masyarakat.

”Jika antara pemerintah dan seluruh elemen pelaku ekonomi di sektor swasta yang dimotori Kadin Kota Depok meningkatkan kerjasamanya dalam iklim yang serasi dan selaras,” tandasnya yang berjanji akan menjembatani dengan Walikota Nur Mahmudi Isma’il.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Bidang Keanggotaan dan Kerjasama DR. H. Eddy Faisal SE, SH, MM, BKP mengungkapkan, jika potensi uang beredar memang seperti yang dikatakan Ketua DPRD, maka tidaklah terlalu sulit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Depok yang berjumlah sekitar 1, 4 juta jiwa saat ini.

”Masalahnya apakah perencanaan kota yang saat ini mampu menjawab berbagai tantangan yang secara faktual dan fokus untuk membangun perekonomian masyarakat,” tutur Eddy Faisal yang juga adalah President Direktur Duta Resident Kota Depok.

Menurut Eddy, potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Depok sangat beragam dan potensi Sumber Daya alam (SDA) terbatas. Selain itu perencanaan yang telah disusun dalam RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), masih belum terlihat fokus arahnya untuk pembangunan perekonomian kota.

Eddy yang baru saja melakukan kunjungan ke berbagai negara di Eropa, perencanaan tata kota sangat fokus dan terarah sesuai dengan kebutuhan dan potensi kotanya. Namun, dari beberapa kali keikutsertaannya dalam pembahasan RPJMD, ternyata masih banyak program unggulan dan prioritas pembangunan hanya pada upaya yang tidak kreatif dan inovatif. Sehingga terkesan pembangunan di sektor ekonomi hanya untuk sebagian lapisan masyarakat yang terbatas.

”Mungkin inilah yang menyebabkan tingkat pengangguran dan kemiskinan terus meningkat di Kota Depok. Apalagi berbagai dinas tidak kreatif dan inovatif merancang program pembangunan yang memberikan dampak atau nilai tambah untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi masyakat secara langsung,” tutur Eddy Faisal.

Namun, Eddy tetap optimis untuk berperan aktif atas amanah yang diembannya di Kadin Kota Depok di Bidang Keanggotaan dan Kerjasama. Dalam waktu dekat, dia merencanakan akan mengadakan kerjasama dengan berbagai perbankan untuk membantu permodalan bagi pengusaha di UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) . Selain itu juga akan diadakan upaya kerjasama investasi baik dengan pengusaha dalam negeri maupun luar negeri.

”Mudah-mudahan apa yang akan kami upayakan itu, akan memberi manfaat dan bisa didukung pemerintah. Semua untuk meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat Kota Depok,” tandasnya.

Pengurus Kadin Kota Depok Periode 2011 – 2016 yang dikukuhkan dan dilantik: Ketua Penasehat.H.Yuyun Wirasaputra MM, Ketua Dewan Pertimbangan Valentino Jonathans. Sedangkan Pengurus Harian:. Wing Iskandar (Ketua), DR.H.Eddy Faisal SE,SH,MM,BKP, M.Ronny RM, Suheri Piliang, Gerald Samuel, Eslan Pasaribu dan H.Miftah Sunandar,MM menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang.

BERITA TERKAIT

Naik Rp1,25 Triliun, Banggar Tetapkan Anggaran Subsidi Energi Rp157,79 Triliun

      NERACA   Jakarta - Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR menyetujui alokasi subsidi energi sebesar Rp157,79 triliun…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…

Roadmap Ekonomi Syariah Rampung Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menargetkan peta jalan (roadmap) ekonomi syariah akan rampung pada…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance” atau “Perseroan”), hari…

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan - Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka NERACA Depok…

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang NERACA Sukabumi - Di kota Sukabumi kelengkapan marka jalan ternyata masih kurang, rata-rata…