Mendesain Rumah Mungil yang Nyaman

Memaksimalkan Lahan yang Ada

Sabtu, 26/10/2013

Memiliki tanah yang tidak cukup luas ataupun memang berencana membuat rumah yang cukup mungil, jangan khawatir. Kenyamanan tidak hanya terbentuk dari ukuran rumah saja, bahkan banyak rumah yang memiliki ukuran sangat besar namun tidak memiliki kenyamanan yang berarti. Kenyamanan sesungguhnya timbul dari desain dan penataan isi hunian dengan tepat. Penataan interior ataupun eksterior yang tepat menjadi kunci timbulnya kenyamanan didalam rumah kita.

Sudah seharusnya rumah memberikan kenyamanan bagi setiap penghuninya. Nyaman di sini berarti suatu kondisi di mana bentuk bangunan rumah serta fasilitas di dalamnya memadai sehingga penghuninya bisa melakukan aktivitas dan berkegiatan dengan baik. Bagi keluarga dengan ekonomi sedang, memilih rumah mungil menjadi solusi yang tepat akan kebutuhan rumah tinggal. Yang kerap disebut rumah mungil adalah rumah yang memiliki bangunan luas kurang dari 120m2, terdiri dari 2-3 kamar tidur kecil dengan banyak ruang berfungsi ganda serta pembatas ruang yang minimal.

Sebenarnya rumah mungil akan terasa nyaman bila dirancang sesuai selera karakter dan keinginan penghuninya. Tetapi juga harus melihat beberapa aspek seperti aksesoris ruangan, furnitur dan sebagainya. Dengan tata ruang yang baik, maka tempat yang sempit terlihat luas dan rumah menjadi lebih nyaman, fungsional dan efektif.

Rumah mungil banyak bermunculan di kota besar karena dinilai lebih pas untuk kebutuhan masyarakat urban. Selain itu, banyak juga diantaranya yang memilih rumah dengan halaman agar kelak bisa dirombak sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Gaya arsitektural rumah mungil masa kini lebih mengarah ke kontemporer, namun bila Anda jeli, banyak pengembang yang mendesain rumah mungil bergaya natural, etnik bahkan klasik.

Menata rumah mungil memiliki keasyikan tersendiri. Hal ini disebabkan karena ruangannya yang terbatas dan minim maka Anda dituntut untuk lebih kreatif men-set pernik yang ada agar lebih maksimal. Bukan hanya tata ruang, namun Anda juga harus memikirkan bukaan ruang untuk keluar masuknya udara hingga bagaimana setiap ruangan mendapatkan pencahayaan yang baik.

Salah satu kunci untuk merancang atau menata rumah mungil adalah efisiensi ruangan. Hal ini dilakukan agar setiap tempat dapat dimanfaatkan dengan baik dan terencana. Pertimbangan utama adalah memberi prioritas pada ruangan yang dibutuhkan seperti kamar tidur dan kamar mandi. Setelah itu, rencanakan penataan ruang dan furnitur, menghitung jumlah penghuni, menghitung luas ruangan, menggabungkan fungsi ruangan, memanfaatkan ruang terbuang (di bawah tangga, dinding bagian atas), memilih gaya ruang serta warna-warna yang hendak digunakan. Dengan demikian, sekecil apapun rumah, bila tertata dengan baik akan memberikan kenyamanan buat penghuninya.

Karakteristik rumah mungil tak hanya fungsional, efisien dan sesuai dengan kebutuhan manusia yang tinggal di dalamnya, tetapi juga harus aman, kokoh, tidak mudah rusak (roboh), mudah perawatannya, hemat, memperhatikan estetika (keindahan), enak dilihat dan enak ditempati. Dari beberapa karakteristik ini, rumah mungil dapat dibedakan menjadi dua, yakni rumah yang sudah dirancang dan direncanakan dengan matang sebagai rumah mungil dan yang kedua adalah, rumah mungil tumbuh.

Rumah yang telah dirancang dengan matang sebagai rumah mungil lebih mempermudah Anda untuk penataan interior dan sesuai dengan kebutuhan. Biasanya lahan yang tersedia pada rumah ini sangatlah terbatas sehingga untuk pengembangan selanjutnya juga terbatas. Sementara itu, rumah mungil tumbuh merupakan rumah yang dirancang dan direncanakan bertahap untuk dikembangkan lebih lanjut. Hal ini sejalan dengan perkembangan jumlah dan aktivitas penghuni, kebutuhan serta efisiensi ruang. Umumnya, rumah jenis ini mempunyai lahan yang luas dan juga mudah untuk menata interior sesuai selera pemilik rumah.