Hanson Internasional Bidik Dana Rp 4,59 Triliun

Gelar Rights Issue 8,35 Miliar Saham

Senin, 21/10/2013

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan modal, PT Hanson International Tbk (MYRX) berencana menerbitkan melakukan Penawaran Umum Terbatas III (PUT/Rights Issue) sebanyak-banyaknya 8,35 miliar saham, dengan nilai nominal Rp110 setiap saham. Berdasarkan siaran persnya di Jakarta kemarin, disebutkan aksi perseroan ini dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Perseroan menawarkan saham dengan harga Rp550 untuk setiap saham dan menghasilkan dana sebesar Rp4,59 triliun. Setiap pemegang tujuh saham yang namanya tercatat hingga 1 November 2013 pukul 16.15 WIB mempunyai hak atas 10 HMETD, di mana setiap satu HMETD berhak untuk membeli saham baru.

Nantinya, dana hasil rights issue akan akan digunakan perseroan untuk mengakuisisi 99,997 saham PT Mandiri Mega Jaya senilai Rp4 miliar dan penyelesaian utang afiliasi serta modal kerja. Untuk penasehat keuangan dalam rigth issue ini adalah MarckAsia Strategic perusahaan yang tidak terafiliasi.

Dalam melaksanakan aksi ini, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 November 2013 mendatang. Adapun cum dan ex di pasar reguler atau negosiasi pada 27-28 November dan pasar Tunai 2-3 Desember dengan periode perdagangan 4-17 Desember 2013.

Sebagai informasi, PT Hanson International Tbk pada kuartal pertama 2013 mencatat kenaikan penjualan bersih 253,80% menjadi Rp 133,33 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 37,68 miliar. Beban penjualan bersih perseroan juga naik menjadi Rp 98,81 miliar, yoy dari Rp 8,59 miliar.

Tercatat laba kotor tercatat meningkat menjadi Rp 34,51 miliar, yoy dari Rp 29,08 miliar, laba usaha naik menjadi Rp 27,73 miliar, yoy dari Rp 21,79 miliar. Meningkatnya beban PKKP bank sebesar 499,73% menjadi Rp 2,27 miliar dan turunnya pendapatan lain-lain sebesar 95,54% menjadi Rp 274,68 juta, membuat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik tipis 1,41% menjadi Rp 21,09 miliar dari sebelumnya Rp 20,80 miliar di kuartal I-2013.

Sedangkan untuk jumlah aset perseroan tiga bulan pertama 2013 tercatat lebih rendah, yakni Rp 1,07 triliun dari jumlah aset pada akhir 2012 yang tercatat Rp 1,11 triliun. Selain itu, total kewajiban (liabilitas) perseroan turun menjadi Rp 744,79 miliar dibanding akhir periode tahun 2012 sebesar Rp 862,94 miliar dan ekuitas naik menjadi Rp 260,66 miliar dari sebelumnya Rp 253,34 miliar pada akhir 2012. (bani)