Ponpes Al-Fath Juara Dua Ketahanan Pangan

Kota Sukabumi

Senin, 21/10/2013

Sukabumi – Kembali untuk kedua kalinya Pondok pesantren (Ponpes) Al-Fath Kota Sukabumi keluar sebagai juara pemangku ketahanan pangan tingkat Jawa Barat. Meskipun keluar sebagi Juara II, namun Ponpres Al-Fath yang dipimpin Fajar Laksana itu setidaknya sudah membawa nama harum Kota Sukabumi. Piagam penghargaan tersebut diberikan langsung Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Kamis,(17/10) lalu di Gedung Sate Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah meskipun keluar sebagai juara kedua se-Jabar, saya tidak akan berhenti akan terus melakukan inovasi tentang ketahanan pangan. Karena disini saya bukan mencari prestasi melainkan mencoba menerapkan konsep pertanian yang memang seharusnya dilakukan”, kata Fajar Laksana, usai melakukan pertemuan dengan pihak Dinas Pertanian Peternakan dan ketahanan Pangan Kota Sukabumi di Ponpres Al-Fath kepada NERACA, Jumat ( 18/10).

Dijelaskan Fajar, ada beberapa program yang disampaikan saat tim penilai dari Jabar datang ke pesantren Al-Fath yang memang menjadi pusat pengembangan konsep ketahanan pangan selama ini. Diantaranya program kemandirian pangan, program peternakan dan pertanian terpadu, pendidikan serta pengobatan herbal asli dari tanaman dan program One Day No Rice (ODNR) yang telah dilakukan setiap tiga kali dalam seminggu di lingkungannya. Konsep ini merupakan kunci ketahanan pangan. Pasalnya, dengan mengelola pertanian secara terpadu maka tak akan ada istilah petani kesulitan beras padahal dia menanam padi.

Sebagai bukti akan terus melakukan inovasi pihaknya dalam waktu dekat akan meresmikan museum pertanian yang dimana sebelumnya telah melakukan terobosan Bayemisasi.

Fajar menegaskan, saat ini yang terjadi adalah ego sektoral. Jadi setiap bidang pertanian tidak saling melengkapi dan inilah yang menjadi kelemahan. “Kita ambil contoh saat petani membutuhkan pupuk seharusnya tak perlu membeli bahan kimia. Tapi bisa menggunakan pupuk kompos dari kotoran hewan. Tapi selama ini, antara peternak hewan dan petani tidak ada saling hubungan.” Ujarnya.

Sementara itu, Kasi Ketersediaan Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Peterenakan dan Ketahanan Panagan Kota Sukabumi Endang K, menjelaskan perlombaan tahun ini ada dua kategori yaitu Adhio Karya Pangan Nusantara dan Ketahanan Pangan se-27 Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat, kemudian dari jumlah tersebut diambil menjadi 9 Daerah Pemangku, diantaranya Kabupaten Sukabumi, Cirebon,Indramayu, Tasikmalaya dan Kota Sukabumi. Kemudian dari 9 tersebut yang keluar juara yaitu yang pertama Kabupaten Sukabumi dank kedua Kota Sukabumi.