BCA Bidik TKI dan Pesantren - Genjot Remintansi

NERACA

Jakarta--PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berusaha menggenjot bisnis remintansi dengan mengganden ribuan pesantren NU. Apalagi warga NU yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi sangat besar. "Perseroan juga akan meningkatkan bisnis remittance atau pengiriman uang tenaga kerja Indonesia (TKI), pasalnya anggota PBNU tercatat banyak juga yang berprofesi sebagai TKI, kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj di Jakarta,13/7.

Lebih jauh kata Jahja, BCA menargetkan adanya transaksi remittance sebanyak 500 ribu setiap bulannya dari sekarang ini sekira 30 ribu transaksi. "Potensi remittance 500 ribu transaksi per bulan. Di Malaysia saja ada tiga juta TKI, belum di luar, total enam juta lebih yang di luar negeri jadi 500 ribu bisa dicapai," terangnya.

Selain membidik TKI, kata Jahja, BCA juga berupaya mengembangkan dunia pendidikan dan koperasi pesantren. "Kita juga kembangkan bidang pendidikan, kesehatan, dan koperasi," tegasnya.

Yang jelas, kata Jahja, BCA yang belum masuk ke microfinancing bisa mulai menjajakinya. "BCA tidak masuk ke microfinancing karena terlalu besar biayanya, tapi kalau ada komunitas maka kita bisa lewatkan channeling itu," paparnya.

Dia menambahkan, kerja sama dengan PBNU akan dimulai dari beberapa pilot project, misalnya saja dengan membagikan informasi kepada 70 juta anggota PBNU dan menyediakan beberapa akses perbankan ke kantor PBNU maupun pesantren-pesantren milik PBNU. "Hingga saat ini, tercatat ada 22 ribu pesantren, 212 perguruan tinggi, 400 ribu madrasah, dan 214 rumah sakit milik PBNU," tambahnya.

Sementara terkait pertumbuhan kredit, Jahja, mengakui BC akan melakukan subdebt sebanyak Rp2 triliun jika rasio kecukupan modal perbankan atau CAR perusahaan turun mencapai 13%. Alasanya tergerusnya CAR ini akan terjadi kalau pertumbuhan kredit pada semester dua melebihi target. "Subdebt itu sebenarnya biayanya mahal, tapi subdebt ini betul-betul meningkatkan permodalaan, sekarang CAR kita 14,7%," tuturnya.

Jahja mengatakan, target kredit perusahaan pada 2011 ini sebanyak Rp30 triliun. Namun apabila kredit ternyata melonjak sampai Rp40 triliun sampai akhir tahun ini, maka akan menggerus CAR. "Kalau semester dua kredit meningkat tinggi sekali, CAR akan di bawah 13%. Mungkin saat itu kita subdebt dulu, tapi kalau tidak mencapai 13 persen, tidak," jelasnya.

Apalagi, kata Jahja, tidak lama BCA akan meluncurkan program KPR sebelum Ramadan, di mana BCA sekarang akan lebih agresif dalam menyalurkan kredit KPR. "Kita akan agresif di KPR, potensinya besar, mungkin Jumat akan keluar iklan KPR setahun, dua tahun dengan bunga 7,5% sampai sebelum Lebaran, penawaran khusus. Habis Lebaran biasa lagi," pungkasnya.

Terkait dengan rangkaian ulang tahun PBNU ke-85, BCA juga ikut berpartisipasi dalam pagelaran Expo Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya pada 14-17 Juli 2011 di JCC. **cahyo

BERITA TERKAIT

Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Hingga 12,3%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 12,3 persen (tahun ke…

Genjot Investasi dan Ekspor, IKTA Dipacu Perdalam Struktur

NERACA Jakarta – Industri Kimia, Tektsil, dan Aneka (IKTA) merupakan kelompok sektor manufaktur yang berkontribusi signfikan terhadap Produk Domestik Bruto…

Sky Energy Bidik Pendapatan Rp 539 Miliar - Lepas 203 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Sky Energy Indonesia Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp539 miliar dan Rp627 miliar pada tahun…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

BI : Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan Tak Relevan

      NERACA   Jakarta - Pernyataan bahwa siklus krisis ekonomi di Indonesia akan terjadi setiap 10 tahun sekali…

Jepang Tertarik Bangun MRT Di Jakarta

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang…

Empat Provinsi Siaga Karhutla

      NERACA   Jakarta - Sebanyak empat provinsi, yaitu Sumatra Selatan (Sumsel), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan…